
BlackBerry Key2 LE | Foto: Future via TechRadar
BlackBerry Key2 LE | Foto: Future via TechRadar
Cyberthreat.id – BlackBerry Ltd mengumumkan akan menjual sejumlah paten masa kejayaannya terkait dengan perangkat seluler, pengiriman pesan, dan jaringan nirkabel senilai US$600 juta.
Paten BlackBerry akan diakuisisi oleh Catapult IP Innovations, organisasi yang memang secara khusus didirikan untuk mengakuisisi.
Menurut BlackBerry, kesepakatan akuisisi dilakukan melalui pinjaman sebesar US$450 dari jaringan pinjaman yang dipimpin oleh Third Eye Capital yang berbasis di Toronto.
Transaksi tersebut, kata perusahaan, tidak akan mempengaruhi penggunaan produk atau layanan oleh pelanggan.
“Paten yang terkait operasi bisnis inti BlackBerry saat ini, berupa layanan keamanan siber dan perangkat lunak otomotif, dikecualikan dari transaksi,” kata BlackBerry dikutip dari ZDNet, Senin (31 Januari 2022).
Proses penjualan diperkirakan memakan waktu hingga 210 hari. Selain menerima menerima uang tunai US$450 juta, BlackBerry juga mendapatkan surat promes US$150 juta dengan jatuh tempo tiga tahun.
Dengan pembelian itu, Catapult menjadi perusahaan baru dengan jumlah utang besar—tidak punya produk dan tidak ada arus kas, tulis Ars Technica.
BlackBerry pernah berjaya satu dekade awal 2000. Memproduksi ponsel pintar dengan keyboard QWERTY dan layanan dukungan BlackBerry Messenger, perusahaan menyodok punggawa produsen ponsel, Nokia.
Namun, BlackBerry tak mampu bertahan selamanya di atas dan mulai perlahan rontok ketika Apple mengeluarkan iPhone, ponsel layar sentuh, pada 2007.
Perusahaan menyerah pada pengembangan BlackBerry OS pada 2015 ketika meluncurkan ponsel Android pertamanya, BlackBerry Priv. Tahun berikutnya, BlackBerry menyerah pada pengembangan perangkat keras telepon juga, ketika keluar dari bisnis smartphone sepenuhnya. Pengguna fanatik tersisa yang masih menggunakan perangkat BlackBerry OS awal tahun ini akan kehilangan akses ke server BlackBerry selamanya. (Baca: Sistem Operasi BlackBerry Tamat Per 4 Januari)
Share: