
BlackBerry Key2 LE | Foto: Future via TechRadar
BlackBerry Key2 LE | Foto: Future via TechRadar
Cyberthreat.id – BlackBerry Limited (dulu bernama Research In Motion/RIM) mengumumkan akhir dari sistem operasinya, BlackBerryOS.
Produsen ponsel pintar asal Kanada itu yang melejit antara 2002-2013, yang menggeser dominasi Nokia di pasar ponsel global, mengatakan sistem operasi BlackBerry tidak akan tersedia lagi per 4 Januari 2022.
Layanan yang tidak akan tersedia tersebut mencakup, BlackBerry 7.1 OS da versi sebelumnya, peranti lunak BlackBerry 10, BlackBerry PlayBook OS 2.1 dan versi sebelumnya.
“Mulai tanggal tersebut, perangkat yang berjalan dengan layanan dan perangkat lunak lama melalui operator atau koneksi wi-fi tidak akan lagi berfungsi dengan andal, termasuk untuk fungsi data internet, panggilan telepon, SMS, dan 911,” tulis BlackBerry di situswebnya, diakses Senin (3 Januari ).
“Kami berterima kasih kepada banyak pelanggan dan mitra setia kami selama bertahun-tahun,” kata perusahaan.
Kini, mereka lebih fokus dalam mengembangkan perangkat lunak dan layanan keamanan cerdas (intelligent security) untuk perusahaan dan pemerintah di seluruh dunia.
“Sejak beralih ke peranti lunak dan perusahaan keamanan siber, kami telah menerima pertanyaan tentang rencana kami untuk memberikan dukungan berkelanjutan untuk BlackBerry 7.1 OS dan sebelumnya juga BlackBerry 10. Pada 2017, kami bermitmen untuk menyediakan setidaknya dua tahun lagi…memperpanjang layanan kami sampai saat ini ialah sebagai ungkapan terima kasih kepada mitra dan pelanggan kami,” tulis perusahaan.
Di bawah ini daftar perangkat, perangkat lunak, aplikasi, dan penawaran layanan yang terpengaruh dari penutupan sistem operasi:
PERANGKAT
Perangka lunak BlackBerry 10:
BlackBerry 7.1 OS dan sebelumnya:
BlackBerry PlayBook OS 2.1 dan sebelumnya:
PERANGKAT LUNAK, APLIKASI & LAYANAN
Perlu diperhatikan: BlackBerry ID dan BlackBerry Messenger (BBM) untuk BBM for Enterprise dan BBM Enterprise for Individual Use (BBMe) tidak akan terpengaruh dengan penghentian layanan. Layanan ini akan terus tersedia dan akan memanfaatkan BlackBerry ID di platform lain.
Menurun sejak 2010
Pada 2010, pesona BlackBerry menurun. Tersisih oleh kehadiran ponsel Android dan iOS. Sejak itu mereka bekerja keras untuk tetap bersaing. Pada 2015, tulis Gadget 360, perusahaan membawa perangkatnya masuk ke dunia Android dengan perangkat BlackBerry Priv. Sayangnya, perangkat ini tak mampu membendung lajut pesat Samsung dan iPhone.
Pada 2016, BlackBerry bermitra lisensi dengan TCL Communication untuk pasar global dan Optiemus Infracom di India, bahkan menggandeng perusahaan Indonesia PT Tiphone dengan mendirikan perusahaan joint venture bernama PT BlackBerry Merah Putih. Muncullah BlackBerry Aurora sebaga produksi lokal Indonesia. Tiphone adalah pemegang lisensi resmi smartphone BlackBerry di Indonesia—mereka berhak memproduksi, mempromosikan, dan menyediakan layanan. PT Emtek juga mendapatkan lisensi untuk aplikasi BBM dipakai di lokal. Tapi, pasar BlackBerry tak sesuai harapan dan terus menurun.
Pada Februari 2020, TCL mengumumkan tak lagi memproduksi ponsel BlackBerry. Pemegang lisensi merek lain juga berhenti dua tahun lebih awal dari TCL atau tepatnya Oktober 2018. BlackBerry Key2 LE adalah produk terkahir mereka.
Startup OnwardMobility yang berbasis di Texas pada 2020 sempat kesengsem untuk meluncurkan ponsel BlackBerry 5G pada 2021. Namun model itu tak kunjung muncul.[]
Share: