IND | ENG
Pasar Web Gelap Kartu Kredit Curian Terbesar Tutup Operasi

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Pasar Web Gelap Kartu Kredit Curian Terbesar Tutup Operasi
Andi Nugroho Diposting : Senin, 17 Januari 2022 - 18:15 WIB

Cyberthreat.id – UniCC, pasar web gelap terbesar untuk kartu kredit dan debit curian, menutup operasinya.

Alasan mereka tutup lantaran kondisi sudah tua dan kesehatan yang tidak memungkinkan untuk bekerja seperti dulu.

“Jangan membangun teori konspirasi tentang kepergian kami,” kata operator anonim UniCC dalam salam perpisahan yang diunggah di forum carding web gelap berbahasa Rusia dan Inggris, menurut perusahaan analitik blockchain, Elliptic, tulis The Hacker News, Senin (17 Januari 2022).

“Ini keputusan berat, kami tidak muda dan kesehatan kami tidak memungkinkan untuk bekerja seperti ini lagi,” demikian mereka memberikan alasan.

UniCC pun memberi kesempatan bagi pengguna platformnya waktu selama 10 hari untuk menghabiskan saldonya.

Pengguna juga diperingatkan untuk “tidak mempercayai segala kebohongan tentang kembalinya kami.”

Sumber: Elliptic.


Platform UniCC dibangun untuk menampung kejahatan siber. Di sinilah, rincian kartu pembayaran yang dicuri dari toko online, bank, dan perusahaan pembayaran ditawarkan. Penjahat mencuri data-data itu dengan teknik menyuntikkan skrip skimmer jahat di situsweb yang ditargetkan.

Kartu tersebut kemudian digunakan oleh peretas untuk membeli barang-barang yang bernilai tinggi.

Peneliti Elliptic mengatakan, platform tersebut tutup setelah mengumpulkan uang pembayaran sebesar US$358 juta dalam mata uang kripto (Bitcoin, Litecoin, Ether, dan Dash) sejak pasar dibuka pada 2013.

Penutupan itu menyusul forum pasar gelap Joker’s Stash yang tutup pada Januari 2021. (Baca: Situs Jual Beli Data Kartu Curian Terbesar di Internet Joker Stash Umumkan Berhenti Beroperasi, Tobat nih?)

Selama beroperasi, kata peneliti, puluhan ribu kartu baru dijual di pasar setiap hari. Kartu curian ini memiliki nilai karena dapat digunakan untuk membeli barang bernilai tinggi atau kartu hadiah, yang kemudian dapat dijual kembali dengan uang tunai, tutur peneliti Elliptic di blog perusahaan.

“Proses tersebut dikenal sebagai "carding" […] Teknik ini sangat menguntungkan, tetapi juga digunakan untuk membantu mencuci dan menguangkan cryptocurrency yang diperoleh melalui cybercrime lainnya,” peneliti menambahkan.

Menurut peneliti, “kematian” UniCC adalah yang terbaru dari serangkaian platform pasar gelap yang telah pensiun.

Tampilan UniCC. | Foto: krebsonsecurity.com


Pada Oktober 2021, White House Market, pasar darknet terbesar dari jenisnya, juga menyatakan diri tutup, lalu diikuti oleh Cannazon di bulan berikutnya dan diakhiri oleh Torrez di bulan Desember. Kedua platform terakhir mengkhususkan diri dalam penjualan obat-obatan terlarang.

Sementara, awal tahun ini, Monopoly Market juga tak bisa diakses—belum ada kepastian tentang platform ini.

Namun, kala ada yang tutup, muncul pemain baru. Medio 2021 muncul All World Class yang menawarkan hampir tiga juta kartu secara gratis dalam publikasi awalnya.

‎”Saat UniCC pensiun, fokus sekarang akan pada siapa yang muncul sebagai penerus utama. Pasar carding secara keseluruhan baru-baru ini melampaui lebih dari US$ 1,4 miliar dalam penjualan dengan Bitcoin saja. Sementara itu, operator UniCC akan berusaha mencairkan keuntungan mereka, melarikan diri dengan uang pengguna untuk menghindari kejaran aparat hukum,” tutur peneliti.[] ‎

#uniCC   #jokestash   #pasardarkweb   #kartukreditcurian   #peretasan   #kriminalsiber   #kejahatansiber   #carding

Share:




BACA JUGA
Kanal Youtube Diretas karena Konten Kritis? Begini Kata Akbar Faizal
Produsen KitKat Hershey Ingatkan Dampak Pelanggaran Data
Hacker Menyerang MGM Grand Kasino Diduga Lewat Panggilan Telepon 10 Menit
Akun Youtube DPR RI Diretas, Apa Kata BSSN?
Polri Bentuk Direktorat Khusus Atasi Kejahatan Siber?