
Pelaksanaan program AI Creation.
Pelaksanaan program AI Creation.
Cyberthreat.id – Program menciptakan perusahaan rintisan (startup) teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui program Huawei AI Creation dibuka Februari mendatang.
Sejak dirilis pada Agustus 2021 di Singapura, program tersebut telah diikuti sebanyak 2.000 mahasiswa. “Program ini bertujuan mencetak startup-startup digital berbasis kecerdasan artifisial dari Indonesia,” ujar Octaviano Pratama, CEO BISA AI Academy sekaligus ketua pelaksana AI Creation.
Tahun ini, kata dia, AI Creation angkatan kedua akan mulai bulan Februari 2022 berafiliasi dengan platform Kampus Merdeka,” Octaviano menambahkan dikutip dari pernyataan tertulisnya, Selasa (4 Januari 2022).
Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan “Merdeka Belajar” yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Program AI Creation merupakan kerja sama antara BISA AI Academy, Oudpro Indonesia, dan Pusat Kajian Ilmu Komputer UPN Veteran Jakarta dengan Huawei Indonesia.
Menurut Octaviano, para mahasiswa aktif yang saat ini berada di semester 5 ke atas dapat mendaftarkan diri sebelum 14 Januari untuk bisa berpartisipasi di dalam program tersebut.
President Huawei Cloud Indonesia Jason Zhang mengatakan, program ini merupakan wujud komitmen Huawei dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia, terutama dalam hal dukungan terhadap penguatan ekosistem digital dan pengembangan talenta digital.
Hingga kini, Huawei Cloud telah berhasil melibatkan 2,3 juta developer, 14.000 mitra konsultan, 6.000 mitra teknis, serta merilis 4.500 produk Marketplace.
“Selama lebih dari 21 tahun hadir dan tumbuh di tengah masyarakat Indonesia, Huawei berharap terus dapat berkontribusi dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi serta berpartisipasi untuk mendukung visi besar Indonesia Emas 2045,” ujar Jason.
Hingga akhir 2021, Indonesia menempati posisi kelima di dunia dengan jumlah startup sebanyak 2322 setelah Amerika Serikat, India, Inggris, dan Kanada.
Untuk mendorong pengembangan startup di Indonesia, Indonesia telah menginisiasi program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sejak tahun 2016. Hingga saat ini dilaporkan lebih dari 1.160 calon pendiri startup telah memperoleh pendampingan dalam pengembangan proyek startup mereka.
Huawei AI Creation bagian dari program besar bernama Huawei Cloud Spark yang telah menginvestasikan lebih dari US$100 juta untuk tiga tahun.
Program AI Creation ini diawali dengan seleksi proposal ide startup berbasis AI, di mana mahasiswa membentuk tim untuk membangun startup digital mereka. Hasil dari seleksi ide, dipilih 30 besar startup yang akan diberikan fasilitas membangun startup digital dari segi pengembangan teknologi dan AI (hacker), desain dan produk (hipster), serta bisnis dan manajemen (hustler).
Selama tiga bulan, para peserta akan ditantang untuk membangun sendiri produk startup mereka, brand beserta teknologi yang akan dipergunakan di bawah bimbingan dan arahan dari para pakar dan praktisi yang terlibat dalam program ini. Peserta juga akan dibekali dengan wawasan industri, pengembangan aplikasi, dan bisnis melalui lebih dari 50 webinar melalui Tampil ID (tampil.id). Peserta juga diberikan fasilitas Huawei Cloud secara gratis.
Saat ini, 10 startup finalis AI Creation yang telah diseleksi dari angkatan pertama tahun ini akan mempresentasikan masing-masing produk mereka di Huawei Exhibition Hall pada Januari 2022 dengan harapan menarik perhatian investor yang tertarik mendanai proyek rintisan mereka tersebut.[]
Share: