IND | ENG
 Lagi, Pengadilan Rusia Denda Google dan Meta karena Pelanggaran Konten

Google Drive | Foto: Pixabay

Lagi, Pengadilan Rusia Denda Google dan Meta karena Pelanggaran Konten
Yuswardi A. Suud Diposting : Sabtu, 25 Desember 2021 - 09:30 WIB

Cyberthreat.id- Pengadilan Moskow pada hari Jumat mengatakan pihaknya mendenda Google Alphabet sebesar 7,2 miliar rubel ($98 juta, setara Rp1,4 triliun) untuk apa yang dikatakannya sebagai kegagalan berulang  menghapus konten yang dianggap ilegal oleh Rusia, denda berbasis pendapatan pertama dari jenisnya di Rusia.

Dilansir Reuters, Moskow telah meningkatkan tekanan pada teknologi besar tahun ini dalam kampanye menurut para kritikus sebagai upaya pihak berwenang Rusia untuk melakukan kontrol yang lebih ketat atas internet, sesuatu yang mereka katakan mengancam kebebasan individu dan perusahaan.

Google mengatakan dalam email akan mempelajari putusan pengadilan sebelum memutuskan langkah lebih lanjut.

Pada hari yang sama, pengadilan mendenda induk Facebook dan Instagram, Meta Platforms, senilai 2 miliar rubel ($27,15 juta atau setara Rp385 miliar) dengan alasan yang sama.

Pengawas komunikasi Rusia Roskomnadzor mengatakan bahwa Facebook dan Instagram gagal menghapus dua ribu unggahan yang melanggar hukum Rusia sedangkan Google menyimpan 2.600 konten terlarang.

Meta Platforms tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Rusia telah memberlakukan denda kecil pada perusahaan teknologi asing sepanjang tahun ini, tetapi hukuman pada hari Jumat menandai pertama kalinya negara itu menuntut persentase dari omset tahunan perusahaan Rusia, membuat  jumlah denda meningkat drastis dibanding sebelumnya.

Rusia telah memerintahkan perusahaan untuk menghapus posting yang mempromosikan penyalahgunaan narkoba dan hiburan berbahaya, informasi tentang senjata dan bahan peledak buatan sendiri, serta yang oleh kelompok yang ditunjuk sebagai ekstremis atau teroris.

Google, yang telah membayar denda lebih dari 32 juta rubel atas pelanggaran konten tahun ini, berselisih dengan Moskow dalam sejumlah masalah.

Rusia telah menuntutnya memulihkan akses ke saluran-saluran berbahasa Jerman RT yang didukung negara.

Pekan lalu, seorang pengusaha Rusia yang terkena sanksi mengklaim kemenangan atas Google dalam kasus pengadilan yang bisa membuat raksasa teknologi itu terkena denda berat lainnya.

Moskow juga menuntut 13 perusahaan teknologi asing dan sebagian besar AS, yang meliputi Google dan Meta Platform, secara resmi membuka perwakilannya di Rusia pada 1 Januari atau menghadapi kemungkinan pembatasan atau pemblokiran langsung.[]

#google   #meta   #rusia

Share:




BACA JUGA
Microsoft Ungkap Aktivitas Peretas Rusia Midnight Blizzard
Detail Meta Interoperabilitas WhatsApp dan Messenger untuk Mematuhi Peraturan DMA UE
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura
Dicecar Parlemen Soal Perlindungan Anak, Mark Facebook Minta Maaf
Google Penuhi Gugatan Privasi Rp77,6 Triliun Atas Pelacakan Pengguna dalam Icognito Mode