
Chief Bussines Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena. | Foto: Tangkapan layar YouTube
Chief Bussines Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena. | Foto: Tangkapan layar YouTube
Cyberthreat.id – Chief Bussines Officer Indosat Ooredoo, Bayu Hanantasena, meyakini kehadiran teknologi 5G di Indonesia mampu mendorong pembangunan ekonomi nasional, terutama di sektor industri.
Menurut dia, teknologi 5G bakal berperan penting dalam rantai pasokan (supply chain) suatu perusahaan karena adanya kecepatan internet yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Hal inilah yang mampu meningkatkan produktivitas dan meningkatkan efesiensi melalui penggunaan berbagai teknologi,” kata dia dalam acara bertajuk “5 years with 5G” di Jakarta, Rabu (10 November 2021).
Bahkan, ia mengatakan, penggunaan teknologi 5G tidak hanya mendukung rantai pasokan, tetapi juga pada industri manufaktur, transportasi, logistik, dan smart city.
“Jaringan 5G telah mendukung berbagai teknologi seperti AI, IoT. cloud, big data serta blockchain yang memudahkan pekerjaan dan produktifitas suatu perusahaan,” ujar Bayu.
Bayu menjelaskan, dengan hadirnya 5G akan muncul kualitas layanan dengan tingkat mobilitas yang tidak pernah ada sebelumnya.
Di tingkat perusahaan, menurutnya, ada kemungkinan besar, untuk mencapai produktivitas yang lebih tinggi melalui efisiensi dari segi operasional, otomatisasi proses produksi, bahkan operasi pabrik yang seluruhnya otomatis.
“Penggunaan berbagai teknologi yang didukung dengan jaringan 5G dapat meningkatkan efisiensi perusahaan hingga 40 persen-50 persen,” katanya.
Dengan 5G, para produsen juga dapat menerapkan smart manufacturing dengan memanfaatkan otomatisasi, AI, dan IoT, yang akan membantu perusahaan berjalan lebih fleksibel dan efisien. Hal ini tentu akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan dan menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: