IND | ENG
Facebook Tunda Instagram untuk Anak, Tapi Membantah Itu Ide Buruk

Ilustrasi

Facebook Tunda Instagram untuk Anak, Tapi Membantah Itu Ide Buruk
Yuswardi A. Suud Diposting : Selasa, 28 September 2021 - 17:46 WIB

Cyberthreat.id - Facebook mengumumkan menunda sementara pengembangan Instagram Anak, versi khusus yang ditujukan untuk anak usia di bawah 13 tahun.

Kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan tadinya proyek itu dimulai lantaran usia anak pengguna ponsel semakin muda, dan mengunduh aplikasi yang ditujukan untuk mereka yang berusia 13 tahun ke atas.

"Kami sangat yakin bahwa lebih baik bagi orang tua untuk memiliki opsi untuk memberi anak-anak mereka akses ke versi Instagram yang dirancang untuk mereka — di mana orang tua dapat mengawasi dan mengontrol pengalaman mereka — daripada mengandalkan kemampuan aplikasi untuk memverifikasi usia anak-anak yang terlalu muda untuk memiliki ID," kata Mosseri dalam sebuah postingan di Instagram, Senin (27 September 2021).

Meskipun mendukung kebutuhan itu, namun Instagram memutuskan menunda sementara proyek tersebut.

"Ini akan memberi kami waktu untuk bekerja dengan orang tua, pakar, pembuat kebijakan, dan regulator, untuk mendengarkan kekhawatiran mereka, dan untuk menunjukkan nilai dan pentingnya proyek ini bagi remaja muda secara online hari ini," kata Mosseri.

Menurut Mosseri, para pengkritik Instagram Anak mungkin akan menilai penundaan proyek ini sebagai  pengakuan bahwa Instagram Anak adalah ide yang buruk. Namun, kata Mosseri, bukan itu masalahnya.

"Kenyataannya adalah bahwa anak-anak sudah online, dan kami percaya bahwa mengembangkan pengalaman sesuai usia yang dirancang khusus untuk mereka jauh lebih baik bagi orang tua daripada saat ini," tambahnya.

Mosseri bilang, Instagram bukan satu-satu perusahaan yang berpikir untuk membuat versi khusus untuk anak. Dia merujuk ke YouTube dan TikTok yang memiliki versi aplikasi untuk mereka yang berusia di bawah 13 tahun.

Mosseri menegaskan, Instagram Anak tadinya disiapkan untuk remaja muda (10-12 tahun), bukan untuk anak-anak yang lebih muda dari usia itu.

Dalam rencana awalnya, Istagram Anak akan memerlukan izin orang tua untuk bergabung, tidak disuguhkan iklan, dan akan memiliki konten dan fitur yang sesuai dengan usia. Orang tua dapat mengawasi waktu yang dihabiskan anak-anak mereka di aplikasi dan mengawasi siapa yang dapat mengirim pesan kepada mereka, siapa yang dapat mengikuti mereka, dan siapa yang dapat mereka ikuti.

"Bagian penting dari apa yang kami kembangkan untuk Instagram Anak adalah cara bagi orang tua mengawasi penggunaan Instagram anak mereka," kata Mosseri.  

Sementara menghentikan pengembangan Instagram Anak, pihaknya akan melanjutkan pekerjaan untuk memungkinkan orang tua mengawasi akun anak-anak mereka dengan memperluas alat ini ke akun remaja (berusia 13 tahun ke atas) di Instagram.

"Saya memiliki tiga anak dan keselamatan mereka adalah hal terpenting dalam hidup saya. Saya mendengar kekhawatiran tentang proyek ini, dan kami mengumumkan langkah-langkah ini hari ini sehingga kami dapat melakukannya dengan benar," ujar Mosseri.

Sebelumnya diberitakan, rencana Facebook menghadirkan Instagram Anak menuai kritikan. Salah satunya datang dari kelompok pemerhati anak yang menamakan dirinya Campaign for a Commercial-Free Childhood (CCFC).

CCFC adalah organisasi nonprofit yang percaya bahwa pemasaran yang menargetkan anak-anak, juga lamanya durasi anak-anak beriteraksi di platform, akan merusak perkembangan mental anak.

Dalam surat yang ditujukan kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg, CCFC mengatakan Instagram selama ini mengeksploitasi ketakutan anak muda akan ketinggala trend karena mereka terus-menerus memeriksa ponsel untuk meminta persetujuan dan mengunggah gambar.

CCFC juga menambahkan bahwa fokus berkelanjutan Instagram pada penampilan dan eksistensi diri akan menjadi tantangan bagi privasi dan kesejahteraan remaja.

"Meskipun mengumpulkan data keluarga yang berharga dan mengembangkan generasi baru pengguna Instagram mungkin baik untuk keuntungan Facebook, namun itu kemungkinan akan meningkatkan penggunaan Instagram oleh anak-anak yang sangat rentan terhadap fitur manipulatif dan eksploitatif platform," kata CCFC dalam suratnya yang  dikirim ke Facebook April lalu. (Lihat: Kelompok Advokasi Minta Mark Zuckerberg Batalkan Rencana Membuat Instagram Versi Anak-anak)

Sebulan kemudian, pada 10 Mei 2021, giliran Asosiasi Nasional Jaksa Agung Amerika Serikat yang menyurati Mark Zuckerberg. Asosiasi yang beranggotakan para jaksa agung dari 44 negara bagian di Amerika itu menilai Facebook secara historis gagal melindungi anak-anak di platformnya.

"Jaksa Agung memiliki kepentingan untuk melindungi warga termuda kami, dan rencana Facebook untuk membuat platform di mana anak-anak di bawah usia 13 tahun didorong untuk berbagi konten secara online bertentangan dengan minat itu."

Surat itu merujuk pada penelitian yang mengaitkan penggunaan media sosial dengan tindakan menyakiti diri sendiri, ide bunuh diri dan rasa rendah diri, serta penelitian tentang perundungan (cyberbullying). Surat itu juga menekankan pada risiko platform media sosial yang digunakan untuk menargetkan dan melecehkan anak-anak.

"Tampaknya Facebook tidak menanggapi kebutuhan, tetapi malah membuatnya, karena platform ini menarik terutama bagi anak-anak yang tidak atau tidak akan memiliki akun Instagram," bunyi surat itu.(Lihat: Jaksa Agung 44 Negara Bagian AS Desak Zuckerberg Batalkan Bikin Instagram untuk Anak) []

 

#instagram   #anak-anak   #facebook

Share:




BACA JUGA
Meta Digugat, Dinilai Tak Mampu Lindungi Anak dari Predator Seksual
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook
Perlindungan Data Pribadi, Meta Luncurkan Facebook dan Instagram Bebas Iklan di Eropa
Cacat OAuth Kritis Terungkap di Platform Grammarly, Vidio, dan Bukalapak