IND | ENG
Italia Minta Facebook Jelaskan Privasi dan Keamanan Kacamata Pintarnya

Ray-Ban Stories | Foto: Scott Stein/CNET

Italia Minta Facebook Jelaskan Privasi dan Keamanan Kacamata Pintarnya
Andi Nugroho Diposting : Senin, 13 September 2021 - 16:17 WIB

Cyberthreat.id – Badan perlindungan data pribadi Italia, Garante, menyoroti kacamata pintar Facebook yang baru dirilis pada 9 September lalu.

Raksasa media sosial tersebut diminta menjelaskan terkait dengan privasi dan keamanan dari perangkat tersebut.

Garante mengatakan telah meminta komisaris perlindungan data Irlandia—karena kantor pusat perusahaan di Eropa berada di Irlandia—untuk meminta klarifikasi dari Facebook.

Langkah tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauhmana Facebook melindungi orang-orang yang direkam atau diambil gambarnya, khususnya anak-anak. Selain itu, Garante juga ingin mengetahui sistem yang diadopsi kacamata pintar dalam mengumpulkan data dan fitur asisten suara yang terkoneksi ke perangkat.

Kacamata pintar tersebut dibuat Facebook dengan menggandeng Ray-Ban, perusahaan kacamata milik EssilorLuxottica. Diberi nama Ray-Ban Stories, kacamata ini menyediakan kemampuan pengguna untuk mengambil foto dan video pendek, lalu mempostingnya di akun Facebook pengguna denga aplikasi pendukung. 

Tak hanya itu, perangkat yang dijual seharga mulai US$299 (setara Rp4,2 juta) tersebut juga bisa dipakai untuk mendengarkan musim dan menerima panggilan telepon.

Perangkat tersebut menjadi produk Facebook kesekian kalinya dari investasi sektor virtual reality dan augmented reality. Sebelumnya, perusahaan telah mengeluarkan Oculus VR dan gelang pintar.

Perusahaan teknologi besar lain, seperti Amazon.com Inc, Google Inc, Microsoft Corp, Apple Inc, dan Snap Inc telah berlomba-lomba untuk mengembangkan berbagai produk kacamata pinta.Namun, pengalaman Google Glass menunjukkan bahwa perangkat tersebut terbukti sulit dijual kepada konsumen karena alasan harga tinggi dan masalah desain.

Hal sama juga dikeluarkan oleh Snap yang saat ini telah memasuki generasi ketiga sejak diluncurkan pertama kali pada 2016.

Tidak akan akses data pengguna

Facebook, yang telah dikritik atas penanganan data pengguna, mengatakan tidak akan mengakses media yang digunakan oleh pelanggan kacamata pintar tanpa persetujuan mereka.

Perusahaan juga mengatakan tidak akan menggunakan konten foto atau video yang diambil menggunakan kacamata dan disimpan di aplikasi Facebook View untuk mempersonalisasi iklan, dan mengatakan kacamata akan menjadi "pengalaman bebas iklan", tulis Reuters.

Kacamata ini memiliki asisten virtual opsional sehingga foto dan video dapat diambil secara handsfree melalui perintah suara. Facebook mengatakan lampu LED pada kacamata akan muncul saat kamera menyala, untuk membuat orang lain sadar saat pemakainya mengambil foto atau video.

Facebook juga menerbitkan panduan menggunakan kacamata secara bertanggung jawab, misalnya mematikannya di ruang pribadi seperti kamar mandi umum dan tidak menggunakannya untuk tindakan ilegal seperti pelecehan atau menangkap informasi sensitif seperti kode PIN.

“Kami tahu orang-orang memiliki pertanyaan tentang teknologi baru. Sebelum peluncuran Ray-Ban Stories, kami bersama komisaris perlindungan data Irlandia membangun privasi ke dalam desain produk dan fungsionalitas kacamata untuk memberi pemilik perangkat dan orang-orang di sekitarnya tetap merasa aman,” juru bicara Facebook dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, diakses Senin (13 September 2021).

Menanggapi pertanyaan dari Garante, jubir tersebut mengatakan, akan menjelaskan berbagai pertanyaan yang muncul kepada komisaris perlindungan data Irlandia.[]

#facebook   #kacamatapintar   #smartglasses   #raybanstories   #rayban

Share:




BACA JUGA
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook
Perlindungan Data Pribadi, Meta Luncurkan Facebook dan Instagram Bebas Iklan di Eropa
Cacat OAuth Kritis Terungkap di Platform Grammarly, Vidio, dan Bukalapak
Penipuan Hak Cipta Facebook Makin Intensif, Pengguna Terlantar