
IBM akuisi Red Hat | image: technadu.com
IBM akuisi Red Hat | image: technadu.com
New York, Cyberthreat.id - IBM akhirnya menyelesaikan akuisisi terbesarnya sepanjang masa. Perusahaan teknologi yang bernilai $124,6 miliar ini mengakuisisi Red Hat dengan nilai $34 miliar atau sekitar Rp 480,7 triliun. Kemarin, 9 Juli, IBM mengumumkan akuisisi tersebut secara resmi.
Pembicaraan akuisisi sudah dimulai sejak Oktober 2018. Saat itu, IBM menyatakan akan membeli Red Hat dengan nilai $190 per saham secara tunai. Red Hat, perusahaan peranti lunak open source yang berbasis di North Carolina, Amerika Serikat (AS) itu tercatat sedang dalam trend bagus. Pada akhir 2018, Red Hat mencatatkan pemasukan sebesar $2,9 miliar, naik 21% dibandingkan 2017.
Sekarang Red Hat akan menjadi unit di bawah divisi Hybrid Cloud IBM. Pemilik yang baru mengharapkan Red Hat meningkatkan performa IBM di bidang cloud, salah satu dari 4 kunci pertumbuhan IBM di samping social, mobile, dan analytic. Dalam bidang bisnis infrastruktur cloud, IBM tertinggal dibandingkan Amazon dan Microsoft. IBM menyatakan bahwa CEO Jim Whitehurst tetap memimpin Red Hat. Whitehurst sendiri akan bergabung di daftar senior manajemen IBM dan melapor langsung ke CEO IBM, Ginni Rometty.
Analis Nomura Instinet pernah memberi catatan pada April lalu, "OpenShift (produk Red Hat) akan membantu IBM mendapatkan konsumen baru dan tantangan sebagai enterprise dimulai dengan membawa aplikasi yang vital bagi banyak perusahaan dari komputer desktop ke cloud."
Dalam akuisisi ini, IBM dikawal oleh Goldman Sachs, J.P. Morgan dan Lazard. Departemen Kehakiman AS baru memberi pengesahan pada Mei lalu dan sebulan kemudian Uni Eropa memberi restu atas salah satu akuisisi terbesar dalam bidang teknologi tersebut. Akuisisi terbesar senilai $67 miliar dipegang Dell saat mengambil EMC pada 2016. Yang kedua saat Avago membeli Broadcom dengan nilai $37 miliar pada 2015.
Share: