
Weibo | Foto; peripherydigital.com
Weibo | Foto; peripherydigital.com
Cyberthreat.id – Jejaring sosial microblogging China, Weibo, melarang klub penggemar band K-pop terkenal asal Korea Selatan, BTS, mengunggah konten selama 60 hari karena dianggap telah mengumpulkan dana secara ilegal.
“Weibo dengan tegas menentang perilaku menguber bintang yang tidak rasional dan menanganinya secara serius,” ujar perusahaan dalam sebuah pernyatan, dikutip dari Associated Press, Senin (6 Oktober 2021).
Klub penggemar mulai mengumpulkan dana pada April lalu untuk mempersiapkan perayaan ulang tahun ke-26 anggota BTS Jimin pada Oktober mendatang. Akun klub tersebut memiliki lebih dari 1,1 juta pengikut di Weibo.
Menurut Global Times, media milik pemerintah China, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta yuan (US$150.000) dalam tiga menit awal dari penggalangan dana. Dan, dalam sejam pertama mereka berhasil mengumpulkan 2,3 juta yuan (US$360.000). Klub penggemar itu juga berencana memasang iklan perayaan ultah Jimin di The New York Times.
Pekan lalu, akun penggemar itu mengunggah gambar Jimin dari sebuah pesawat khusus, Jeju Air. Pesawat ini disiapkan sebagai bagian dari rencana klub untuk merayakan ultahnya.
Akun tersebut mendapat kritik luas karena terlalu berlebihan dan akhirnya mengeluarkan pernyataan pekan lalu di feed-nya yang intinya mendesak penggemar untuk lebih bersikap “rasional” ketika menguber selebritas demi “lingkungan internet yang harmonis dan sehat.”
Weibo dalam pernyataan terpisah, Minggu (5 September) juga melarang 21 akun penggemar lainnya selama 30 hari karena memposting konten "pengejaran bintang yang tidak rasional". Akun penggemar yang diblokir sebagian besar berpusat di sekitar selebriti K-pop, seperti anggota boy band Korea Selatan NCT dan EXO, dan girl grup Blackpink.
Presiden China Xi Jinping telah menyerukan “peremajaan nasional” melalui kontrol Partai Komunis yang lebih ketat terhadap bisnis, pendidikan, budaya dan agama.
Partai sebelumnya telah melarang anak-anak bermain game dan hanya membatasi tiga jam sepekan. Partai berusaha untuk mencegah apa yang dianggapnya sebagai “perhatian yang tidak sehat terhadap selebritas”.
Pekan lalu, pemerintah melarang laki-laki banci di TV dan melarang acara pengembangan idola karena "nilai moral rendah" mereka yang bisa menjadi pengaruh buruk bagi kaum muda.[]
Share: