IND | ENG
Kode Sumber Asli World Wide Web Dijual Rp78 Miliar dalam Bentuk NFT

Ilustrasi | Foto: blog.nyctale.io

Kode Sumber Asli World Wide Web Dijual Rp78 Miliar dalam Bentuk NFT
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 01 Juli 2021 - 11:07 WIB

Cyberthreat.id – Tim Berners-Lee menjual kode sumber (source code) asli “world wide web” dalam bentuk non-fungible token (NFT), sejenis aset kripto yang mencatat kepemilikan barang digital, seharga US$5,4 juta (Rp78 miliar) di situs web lelang, Sotheby’s.

Ilmuwan komputer Inggris itu pada 1989 menciptakan aplikasi “world wide web”, browser/editor hypermedia pertama, yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan menavigasi tautan antar file melalui jaringan komputer.

Karya yang dijual tersebut mencakup arsip asli dari file bertanggal dan bercap waktu yang berisi kode sumber, ditulis antara 3 Oktober 1990 hingga 24 Agustus 1991, demikian dikutip dari ZDNet, Kamis (1 Juli 2021).

File-file tersebut berisi kode dengan sekitar 9.555 baris yang isinya mencakup implementasi dari tiga bahasa dan protokol yang ditemukan oleh Berners-Lee—HTML, HTTP, dan URI serta dokumen HTML asli yang menginstruksikan pengguna web awal tentang cara menggunakan aplikasi.

NFT itu termasuk visualisasi kode animasi selama 30 menit, poster digital kode, dan surat digital yang ditulis oleh Berners-Lee pada Juni 2021 terkait dengan penemuannya.

Surat itu dimulai dengan kata-kata sebagai berikut, "Karena orang-orang tampaknya menghargai versi buku yang ditandatangani, sekarang kami memiliki teknologi NFT, saya pikir akan menyenangkan untuk membuat salinan bertanda tangan dari kode asli dari browser web pertama," tulis Berners-Lee.

Yang jelas, tulis Reuters, “world wide web” sendiri belum laku. Yang dijual ialah catatan kepemilikan file berbasis blockchain yang berisi kode sumber asli untuk “world wide web”.

"NFT ini bersejarah dan unik, tetapi, kode untuk web dan penggunaannya, pengetahuan, kekuatan, potensinya akan tetap terbuka dan tersedia bagi kita semua untuk terus berinovasi, menciptakan, dan memulai transformasi teknologi berikutnya yang akan dibangun di atas apa kita lihat hari ini, yang belum bisa kita bayangkan," kata catatan katalog Sothebys terkait lelang tersebut.

Penjualan NFT di rumah lelang tradisional termasuk hal baru untuk merangkul aset berbasis blockchain yang meledak popularitasnya pada awal 2021.

Pada Maret lalu, sebuah NFT dari kolase digital oleh seniman Amerika Beeple terjual US$69,3 juta di Christie's—penjualan pertama oleh sebuah rumah lelang besar dari sebuah karya seni yang secara fisik tidak ada.

Lalu, awal tahun ini, CEO dan salah satu pendiri Twitter Jack Dorsey menjual tweet pertamanya seharga US$2,9 juta. Tweet, yang berbunyi "hanya menyiapkan twttr saya", dibeli sebagai NFT dan dibayar dalam mata uang kripto Ethereum.[]

 

#www   #browserpertama   #timberners-lee   #nft   #non-fungibletoken   #asetkripto

Share:




BACA JUGA
Kaspersky Deteksi Serangan Pencurian Aset Kripto di 52 Negara
Induk Bisnis Facebook Hentikan Proyek NFT di Platformnya
Peretas Korea Utara Mencuri NFT Melalui Situs Web Phising
OpeanSea Alami Pelanggaran Data, Pengguna Diminta Waspadai Ancaman Phising
Perluas Ekosistem NFT, LINE Next Jalin Mitra dengan Berbagai Sektor Industri