
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Polisi Inggris telah menangkap delapan orang dalam serangan serangan fajar yang menargetkan menargetkan orang-orang dengan pesan teks (SMS) penipuan.
Seperti diberitakan BBC pada Senin (24 Mei 2021), para tersangka diduga terlibat dalam pengiriman pesan palsu, terutama menyamar sebagai Royal Mail dan meminta orang untuk membayar biaya untuk mengambil sebuah parsel. Royal Mail adalah jasa pos nasional Inggris Raya, layaknya PT Pos Indonesia.
Menurut Kepolian Metropolitan London, orang-orang itu ditangkap di Birmingham, Coventry, London dan Colchester.
Seorang pria dari London didakwa dengan tiga pelanggaran dan yang lainnya dibebaskan dalam penyelidikan.
Pria yang didakwa, dari Enfield, akan disidangkan di pengadilan London pada 21 Juni mendatang. Dia menghadapi tuduhan penipuan dengan representasi palsu; kepemilikan artikel untuk digunakan dalam penipuan; kepemilikan properti kriminal (pencucian uang), kata juru bicara Dedicated Card and Payment Crime Unit (DCPCU).
Unit tersebut menambahkan penangkapan itu dilakukan sebagai bagian dari operasi seminggu terhadap pelaku pengirim pesan penipuan.
Pesan semacam itu, yang dikenal sebagai teks "smishing", mencuri informasi pribadi dan bank korban dengan membuat mereka mengikuti tautan ke versi palsu dari situs web terpercaya. Dengan begitu, saat orang-orang memasukkan kata sandinya di situs palsu yang dikira sebagai situs asli, penjahat siber dapat merekam kata sandinya dan menggunakannya untuk login ke akun mereka yang terjebak oleh pesan penipuan itu.
Kepala DCPCU, Inspektur Gary Robinson, mengatakan pihaknya bekerja dengan Royal Mail, sektor jasa keuangan dan jaringan telepon seluler untuk memerangi kejahatan tersebut.
"Investigasi yang sedang berlangsung sekarang sedang dilakukan dan kami akan terus bekerja sama untuk membawa mereka yang melakukan penipuan ke pengadilan," katanya. []
Share: