
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Masih ingat dengan kasus bunuh diri gara-gara pemerasan online video seksual (sextortion) di India, berapa waktu lalu?
Jika lupa, kami akan mengingatkannya. Kasus tersebut menimpa seorang lelaki bernama Avinash BS asal Bengaluru, India yang masih berusia 26 tahun. Ia diperas hingga Rp 7 juta sampai dirinya harus berutang ke teman-temannya.
Karena tekanan batin itu, takut rekaman video bugilnya disebarkan kepada keluarga dan teman-temannya, ia memilih bunuh diri. (Baca: Lelaki Ini Bunuh Diri setelah Alami Pemerasan Video Seksual Online)
Kepolisian India baru-baru ini menangkap para tersangka yang memeras Avinash tersebut. Tersangka bernama Robin Bharath (22) dan Javed Rehman (25) ditangkap setelah polisi menelusuri jejak uang yang dikirim Avinash ke tersangka, termasuk komunikasi antarmereka. Saat ini, polisi masih mengejar dua tersangka lagi yang masih buron.
Yang menarik, di balik operasi kejahatan pemerasan itu, ternyata tersangka masih seumuran dengan korban. Mereka dilatih oleh sekelompok geng kriminal untuk menjalankan aksi pemerasan.
Wakil Komisaris Polisi Bengaluru, D Devaraj, menyatakan, kedua tersangka adalah pemuda putus sekolah yang masuk kelompok kriminal.
"Mereka disuruh melakukan sesuatu di media sosial. Mereka tidak tahu apa-apa lagi tentang operasi itu selain menargetkan korban," kata Devaraj, dikutip dari IndianExpress, diakses Minggu (18 April 2021).
Polisi mengatakan tersangka membuat rekening di sebuah bank di daerah Sarjapur di Bengaluru untuk menampung hasil kejahatan. Pembuatan rekening itu dilakukan secara jarak jauh alias online—pembukaan rekening seperti ini memang sedang tren di masa pandemi Covid-19 dan sejumlah bank ada yang membuat ketentuan seperti itu.
Devaraj mengatakan, dari akun tersebut, tersangka ternyata telah menampung uang hasil pemerasan dari 18 kasus yang berbeda. Sejumlah korban lain pun kini telah melaporkan ke polisi.
Dikutip dari Times of India, Devaraj menjelaskan, terkait modus operandi yang dilakukan tersangka, yaitu berawal dari pembuatan akun Facebook dengan nama gadis “Neha Sharma”. Dari akun palsu itu, tersangka pun mengunggah foto-foto yang menarik para lelaki. Para tersangka pun mulai menyebarkan akun dan mengirimkan permintaan pertemanan kepada banyak orang, tak terkecuali Avinash.
Avinash menerima permintaan pertemanan itu dan tersangka mengajaknya mengobrol di Facebook Messenger sebelum pada akhirnya melakukan panggilan video.
Devaraj mengatakan, tersangka akhirnya menipu Avinash yang mengira panggilan video itu bersama seorang perempuan, tetapi nyatanya itu hanyalah sebuah rekaman video yang diputar ulang.
"[Tersangka] memutar video seorang gadis yang melepaskan pakaiannya di ponsel, mereka berhasil membuat pemuda tersebut percaya bahwa itu adalah video call langsung dan membuat dia melepas pakaiannya [juga]," kata Devaraj.
Setelah melakukan panggilan video itu, tersangka yang selama panggilan merekam aksi Avinash itu kemudian meneruskan rekamannya kepada Avinash dan meminta bayaran sekitar Rp7 juta. Avinash pun membayar kepada pemeras video seksual itu pada 22 Maret sehari sebelum dia bunuh diri.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: