
ILustrasi Facebook Group
ILustrasi Facebook Group
Cyberthreat.id – Facebook menghapus 16 ribu grup terkait perdagangan ulasan palsu dan menyesatkan atas sebuah produk. Namun, Facebook dinilai lambat melakukannya lantaran butuh waktu lebih dari setahun setelah dipersoalkan oleh pengawas persaingan Inggris.
Dikutip dari Info Security Magazine pada Sabtu (10 April 2021), penghapusan grup-grup facebook tersebut diakukan karena adanya intevensi dari pengawas persaingan Inggris yaitu Competition and Markets Authority (CMA).
Sebelumnya, pada Januari 2020, Facebook juga sudah menyatakan komitmen untuk meningkatkan identifikasi, penyelidikan, dan penghapusan grup dan halaman lain yang menawarkan jasa untuk memberikan ulasan palsu dan menyesatkan. Kemudian, pada Mei 2020 Facebook juga memberlakukan larangan tersebut di Instagram.
Selama investigasi, Facebook menemukan bahwa ulasan palsu masih diperdagangkan di kedua platform tersebut. Hal itu mendorong CMA menekan Facebook untuk menindaknya secara tegas.
“Kami telah terlibat secara ekstensif dengan CMA untuk mengatasi masalah ini. Aktivitas penipuan tidak diperbolehkan di platform kami, termasuk menawarkan atau memperdagangkan ulasan palsu,” ungkap juru bicara Facebook.
Facebook telah berkomitmen untuk menangguhkan atau melarang pengguna yang berulang kali membuat grup Facebook dan profil Instagram yang mempromosikan, mendorong, atau memfasilitasi ulasan palsu dan menyesatkan. Proses otomatis baru akan diperkenalkan untuk meningkatkan deteksi dan penghapusan konten ini. Perubahan akan dilakukan pada alat pencarian Facebook untuk mempersulit orang menemukan grup ulasan dan profil palsu dan menyesatkan di Facebook dan Instagram.
Kepala eksekutif CMA Andrea Coscelli,mengatakan, pada Jumat (9 April 2021), Facebook telah menghapus 16.000 grup lagi yang berurusan dengan ulasan palsu dan menyesatkan. Perusahaan juga telah mengubah cara mengidentifikasi, menghapus, dan memblokir konten berbayar dari platformnya yang dapat menyesatkan pengguna Facebook dan Instagram.
“Pandemi berarti semakin banyak orang yang membeli secara online, dan jutaan dari kami membaca ulasan untuk memungkinkan kita membuat pilihan yang tepat saat berbelanja. Itulah mengapa ulasan palsu dan menyesatkan sangat merusak,” ungkap Coscelli.
Coscelli mengatakan, tanggapan lamban Facebook terhadap masalah ulasan palsu harus diperbaiki. Terlebih, Facebook memiliki kewajiban untuk melakukan semua yang bisa dilakukan untuk menghentikan perdagangan konten semacam itu di platformnya.
“Setelah kami campur tangan lagi, perusahaan membuat perubahan signifikan,tetapi mengecewakan karena mereka membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk memperbaiki masalah ini.”[]
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: