IND | ENG
Jokowi Minta BPPT Pikirkan Cara Cerdas Akuisisi Teknologi Hadapi Perang AI

Presiden Joko Widodo | Tangkapan layar Youtube

Jokowi Minta BPPT Pikirkan Cara Cerdas Akuisisi Teknologi Hadapi Perang AI
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Senin, 08 Maret 2021 - 17:15 WIB

Cyberthreat.id – Presiden Joko Widodo meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meningkatkan kapasitas dan kedaulatan teknologi untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Menurut Jokowi, BPPT harus menjadi otak pemulihan ekonomi secara extraordinary dengan berburu inovasi dan dan teknologi untuk dikembangkan dan siap diterapkan oleh masyarakat serta pelaku ekonomi di Indonesia.

“Saya yakin ratusan ribu peneliti, ribuan lembaga riset dan teknologi di pemerintah dan swasta, dan jutaan inovator di masyarakat luas pasti memiliki banyak temuan-temuan. Mungkin, itu temuan awal yang masih perlu dikembangkan. Mungkin, temuan matang yang siap untuk diterapkan dan langsung bisa diindustrikan,” kata Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional Penguatan Ekosistem Inovasi Teknologi BPPT tahun 2021 secara virtual, Senin (8 Maret 2021).

Jokowi juga meminta, agar BPPT mampu menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari manapun. Terlebih, teknologi saat ini telah berkembang dengan sangat cepat dan tidak semua teknologi itu dimiliki Indonesia. Sehingga perlu strategi akuisisi teknologi dari luar negeri menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi Indonesia.

“BPPT harus menyiapkan strategi akuisisi teknologi dari luar yang bermanfaat dan bisa diimplementasikan secara cepat,” tambah Jokowi.

Selain itu, Jokowi meminta BPPT juga harus memulai untuk tidak sekadar membeli turnkey technology saja, tetapi mencoba membuatnya sendiri. Menurutnya, saat ini Indonesia terlalu sering menerima sebuah teknologi dalam bentuk yang sudah jadi. Akibatnya, selama berpuluh-puluh tahun, Indonesia tidak bisa membuat teknologi itu.

Jokowi menegaskan, agar Indonesia jangan sekadar membeli mesin jadi sekaligus bersama seluruh ahlinya. Tetapi harus membuat kerja sama produksi teknologi di Indonesia,  yang melibatkan para teknolog Indonesia sehingga transfer pengetahuan dan transfer pengalamannya berjalan.

“Perintah ini bukan hanya untuk BPPT, tetapi kepada seluruh jajaran kabinet terutama para Menko (Menko Maritim dan Investasi, dan kepada Menko Perekonomian), kepada Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN, dan juga Kepala BKPM. Pikirkan betul cara-cara cerdas untuk melakukan akuisisi teknologi ini secara murah,” kata Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga menekankan, agar BPPT bisa menjadi menjadi pusat kecerdasan teknologi Indonesia. Terlebih saat ini, dunia sedang dihadapkan dengan zaman perang Artificial Intellegence (AI) alias kecerdasan buatan. Untuk menghadapi perang AI ini, peran BPPT yang bisa memproduksi teknologinya sendiri sangatlah dibutuhkan.

“Persaingan dalam menguasai AI sudah sama dengan kayak space war di era perang dingin. Siapa yang menguasai AI, dia yang akan berpotensi menguasai dunia. Ini kita kejar-kejaran,” kata Jokowi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BPPT diminta untuk mensinergikan talenta-talenta diaspora, peneliti-peneliti di universitas, startup teknologi, dan anak-anak muda yang sangat militant guna membangun mesin AI induk yang bisa memfasilitasi gotong royong antarinovator dan peneliti, memfasilitasi kecerdasan komputer dan kecerdasan manusia untuk mendukung pemulihan ekonomi dengan cara-cara yang tidak konvensional, namun efektif.[]

Editor: Yuswardi A. Suud

#jokowi   #kecerdasanbuatan   #bppt

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Wamenkominfo Apresiasi Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Talenta AI Aceh
Presiden: Perkuat Sistem Pencegahan Korupsi Berbasis Teknologi di Tanah Air
Meta, IBM dan Puluhan Perusahaan Teknologi Bentuk Aliansi AI
Bisa Cek TPS Presiden Jokowi di Situs KPU yang Diduga Bocor