
Ilustrasi pendidikan cybersecurity
Ilustrasi pendidikan cybersecurity
Jakarta, Cyberthreat.id - Rektor Binus University, Harjanto Prabowo, mengatakan tantangan di era digitalisasi dan ancaman siber semakin kompleks. Indonesia, kata dia, membutuhkan banyak talenta cybersecurity yang mumpuni dan berkualitas untuk diberdayakan di berbagai sektor kritis nasional.
"Sejak 2007 kami sudah mempelajari kriteria cybersecurity dan fungsinya ke depan. Itulah yang kami susun ke dalam kurikulum cybersecurity," kata Harjanto Prabowo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1 Juli 2019).
Kurikulum cybersecurity di Binus telah berkembang semakin jauh. Menurut Harjanto, semakin banyak instansi pemerintah yang membutuhkan talenta cybersecurity sehingga akan menjadi kebutuhan khusus dan strategis ke depan.
Itu belum termasuk peluang di sektor swasta seperti e-commerce dan ekonomi digital contohnya startup hingga Unicorn.
"Memang tidak bisa sembarangan di cybersecurity ini. Selain membutuhkan kemampuan teknis yang tinggi, sekarang bidang ini telah berkembang ke arah kemampuan mathematical modeling yang rumit," ujarnya.
Pendidikan cybersecurity di Binus University juga menekankan karakter dan integritas. Pada dasarnya, kata Harjanto, talenta cybersecurity yang di didik Binus merupakan hacker yang memiliki bakat dan potensi.
Pendidikan dan pelatihan tentang hardware, software, sistem dan jaringan yang diberikan harus seimbang atau sejalan dengan pendidikan karakter dan integritas.
"Karena bagaimanapun faktor orang ini yang paling menentukan. Apakah mereka blackhat atau whitehat, itu sebenarnya bisa kita arahkan."
Salah satu contoh pendidikan karakter cybersecurity di Binus adalah mahasiswa diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menembus situs atau website kampus.
Ketikae seorang atau sekelompok mahasiswa berhasil melakukan penetrasi, maka kampus akan melakukan perbaikan sementara si mahasiswa diberikan character building.
"Model seperti ini telah kami lakukan dan akan terus dikembangkan."
Vice Rector Student Affairs and Community Development Binus University, Johan Yang, mengatakan pendidikan karakter yang dikembangkan Binus termasuk membuka kesempatan kepada mahasiswa agar skillnya bisa dipakai di luar dengan bertanggung jawab.
Mereka, kata Johan, dilepas untuk belajar dan mengembangkan pengalaman ke berbagai instansi seperti Kepolisian, Kementerian hingga sejumlah lembaga.
"Kami terus berupaya membuka jalan untuk menyalurkan bakat-bakat para mahasiswa. Dengan begitu, mereka akan belajar bertanggung jawab dan bagaimana pentingnya peran mereka di masyarakat," ujar Johan Yang.
Share: