
Taylor Swift. | Foto: splash news/teenvogue.com
Taylor Swift. | Foto: splash news/teenvogue.com
Jakarta, Cyberthreat.id - Tagar #WeStandWithTaylor menjadi topik perbincangan terpopuler di media sosial, Twitter. Tagar itu muncul setelah perseteruan antara penyanyi Taylor Swift dengan Scooter Braun, mantan manajer Justin Bieber. Kini Scooter Braun sebagai manajer dari Ariana Grande, Kanye West, dan Demi Lovato.
Sebagian warganet mendukung Taylor Swift dan mendoakannya, bahkan sampai musisi Coutney Pochin dan Halsey turut memberi semangat kepada pelantun "Shake it Off" itu.
Pochin mengatakan, Taylor Swift adalah sosok yang bekerja dengan hati dengan telah mengeluarkan enam album. Tetapi, "Untuk seorang lelaki yang tidak melakukan apa-apa, tapi menyakitinya untuk mengklaim kepemilikan mereka, itu adalah hal yang menjijikkan. Dia (Taylor) jauh lebih baik," tulis Pochin (@CourtneyPochin) di akun Twitter-nya, Senin (1 Juli 2019).
Swift sebelumnya mengunggah tulisan di akun Tumblr-nya, bahwa dirinya merasa sangat kecewa ketika mendengar kabar Big Machine, label musiknya dulu, diakuisisi oleh Scooter Braun--orang yang dulu juga mem-bully dirinya.
"Beberapa fakta menyenangkan tentang berita hari ini: Saya belajar tentang pembelian Scooter Braun atas master saya sebagaimana yang diumumkan kepada publik. Yang saya pikirkan hanyalah intimidasi yang gencar dan manipulatif yang saya terima selama bertahun-tahun dari dirinya (Scooter Braun)," kata Swift seperti dikutip dari Elle.com, Senin (1 Juli 2019).
Swift sebetulnya ingin membeli masternya, tapi dirinya tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan hak milik atas karyanya itu.
"Inilah yang terjadi ketika Anda meneken kontrak pada usia 15 tahun [...] tidak pernah dalam mimpi terburuk saya, bahwa yang membeli lagu saya itu Scooter..."
"Untungnya saya sekarang masuk ke label yang percaya saya harus memiliki apa pun yang saya buat. Untungnya, saya meninggalkan masa lalu saya di tangan Scott Borchetta (Big Machine, red) dan bukan masa depan saya. Dan, mudah-mudahan artis muda atau anak dengan impian musik akan membaca ini dan belajar tentang bagaimana melindungi diri mereka dengan lebih baik dalam negosiasi. Anda layak memiliki karya seni yang Anda buat."
"Saya akan selalu bangga dengan pekerjaan saya di masa lalu..."
Swift bekerja sama dengan Big Machine Label Group sejak awal kariernya pada 2006 hingga 2018. Setelah itu, ia putus kontrak dan beralih ke Universal Music Group.
Berkaitan dengan unggahan itu, Justin Bieber sempat mengkritik apa yang dilakukan Swift di akun Instagram-nya meski akhirnya memitna maaf. Menurut Bieber, apa yang ditulis Swift bisa memancing orang untuk mem-bully Braun. Ia juga meminta Scooter Braun dan Taylor Swift untuk menyelesaikan masalah tersebut melalui komunikasi yang baik.
"Hai Taylor. Pertama-tama saya ingin meminta maaf karena atas unggahan yang menyakitkan di Instagram, saya kira waktu itu itu adalah sesuatu yang lucu, tapi melihat ke belakang, itu tidak menyenangkan dan tidak sensitif ... saya harus jujur meski itu tulisan saya dan unggahan yang saya tangkap layar (screeshoted) dari Scooter dan Kanye yang mengatakan, 'Taylor Swift what up', dia (Scooter) tidak ada hubungannya dengan itu," tulis Bieber seperti dikutip dari People.
Istri Braun, Yael Cohen Braun, tentu saja membela suaminya dalam satu unggahan di Instagram. Dikutip dari Variety, Yael Braun mengkritik penggambaran Taylor tentang konflik tersebut. Sebetulnya, kata Yael Braun, Swift diberi pemberitahuan yang adil tentang kesepakatan antara Ithaca Holdings dan Big Machine Records yang baru-baru ini diakuisi oleh suaminya.
"[...] Dan, girl, siapa yang kamu maksud tentang bullying? Dunia melihat kamu mengumpulkan dan menjatuhkan teman seperti bunga layu. Suamiku sama sekali bukanlah pem-bully," tulis dia di Instagram.
Redaktur: Andi Nugroho
Share: