
Petugas memasangkan masker dan memberi hukuman menyapu jalan bagi warga yang tidak mengenakan masker di Jakarta, Selasa (7 Juli 2020). Foto: Antara | Wahyu Putro A
Petugas memasangkan masker dan memberi hukuman menyapu jalan bagi warga yang tidak mengenakan masker di Jakarta, Selasa (7 Juli 2020). Foto: Antara | Wahyu Putro A
Cyberthreat.id – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jakarta Smart City berkolaborasi dengan pelaku industri dan perusahaan rintisan untuk mengembangkan berbagai fitur.
Program Jakarta Smart City yang melibatkan startup yaitu deteksi masker wajah (face mask detection) untuk mendeteksi pemakaian masker di ruang publlik. Mereka memanfaatkan kamera pengintai (CCTV) di ruang publik untuk mendeteksi penggunaan masker.
Selain itu, mereka juga mengembangkan Public Mobility Monitoring Dashboard, yaitu kecerdasan buatan untuk otomasi pemantauan mobilitas publik dengan menggunakan 251 CCTV di wilayah Jakarta
Ada lima startup yang bekerja sama dengan Jakarta Smart City untuk mengembangkan fitur penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, ujar Kepala Jakarta Smart City, Yudhistira Nugraha, saat webinar literasi digital "Pemanfaatan TIK dalam Penanganan COVID-19", Sabtu (6 Februari 2021) seperti dikutip dari Antaranews.com.
Sementara aplikasi Jakarta Kini (JAKI) selama pandemi virus corona dijadikan sebagai pusat informasi resmi dan data resmi seputar virus corona di DKI Jakarta, selain situs corona.Jakarta.go.id.
Platform JAKI, baik di Android maupun iOS, kini memiliki fitur Corona Likelihood Metric yang menggunakan pembelajaran mesin (machine learning) agar pengguna bisa memeriksa mandiri risiko mereka terhadap Covid-19.
Sementara fitur JakLapor, kini bisa digunakan untuk melaporkan pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.
Fitur Jejak bisa dimanfaatkan sebagai "check-point" untuk memantau kapasitas gedung yang akan berguna dalam pelacakan (Tracing) Covid-19.
Jakarta Smart City juga mengembangkan program Zonasi untuk memantau data Covid-19 di lingkungan sekitar berbasis geo-tagging, serta JakWifi, program internet gratis yang tersebar di lebih dari 6.000 titik di Jakarta.
Dalam mengembangkan fitur dan aplikasi penanganan virus corona, Jakarta Smart City mengedepankan fitur kolaborasi pintar (smart collaboration) yakni masyarakat berperan dalam penanggulangan pandemi ini.
"Kami jadikan masyarakat sebagai co-creator, sementara pemerintah sebagai kolaborator. Seperti di aplikasi JAKI yang merupakan ekosistem kolaboratif, dikembangkan bersama masyarakat dan pemerintah," kata Yudhistira.
Hal yang tidak kalah penting, aplikasi ini harus bisa digunakan di ponsel karena komunikasi dan interaksi pada masa pandemi banyak menggunakan perangkat seluler ini.[]
Share: