IND | ENG
Tak Hanya Facebook, Snap dan Pengembang Aplikasi Game Juga Keluhkan Kebijakan Privasi Apple

Kebijakan privasi baru Apple akan meminta persetujuan pengguna jika sebuah aplikasi ingin mengakses datanya

Tak Hanya Facebook, Snap dan Pengembang Aplikasi Game Juga Keluhkan Kebijakan Privasi Apple
Yuswardi A. Suud Diposting : Jumat, 05 Februari 2021 - 13:45 WIB

Cyberthreat.id - Menyusul raksasa media sosial Facebook yang terang-terangan memprotes penerapan kebijakan privasi baru Apple, kini Snap dan pengembang perangkat lunak game Unity Software mengungkapkan kekuatiran kebijakan baru Apple itu dapat menggerus pendapatan mereka.  

Selama ini, untuk menargetkan iklan seluler dan mengukur seberapa efektif iklannya, pengembang aplikasi dan pemain industri lainnya biasanya menggunakan pengenal Apple untuk pengiklan (IDFA), berupa rangkaian huruf dan angka unik di setiap perangkat Apple. Tapi begitu pembaruan privasi diluncurkan, pembuat aplikasi akan dipaksa untuk meminta izin untuk mengakses IDFA pengguna melalui permintaan. Sebagian besar pengguna diperkirakan akan memilih tidak menyetujuinya. Itu artinya, iklan bertarget menjadi kurang efektif.

Perubahan tersebut telah menjadi poin pertikaian utama bagi perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari iklan seperti Facebook. Selama ini, Facebook mengirim iklan ke penggunanya berdasarkan riwayat penelusuran penggunanya di dunia maya, bahkan saat pengguna tidak sedang aktif di platformnya. Itu dimungkinkan lantaran Facebook menyediakan fasilitas login ke aplikasi lain. Selain itu, Facebook juga melacak aktivitas orang di situs lain menggunakan Facebook Pixel dengan menyediakan skrip khusus untuk ditanam di situs pihak ketiga.

Unity Software mengatakan dalam laporan pendapatan yang baru dirilis, perubahan pada IDFA akan memengaruhi cara pengembang game seluler mendapatkan pelanggan baru dan "cara mereka mengoptimalkan nilai pelanggan seumur hidup".

“Meskipun sulit untuk memperkirakan, panduan kami mengasumsikan perubahan IDFA dimulai pada musim semi dan akan mengurangi pendapatan kami sekitar US$ 30 juta, atau 3% dari pendapatan, pada tahun 2021,” tulis perusahaan seperti dilaporkan CNBC.

Dalam sambutan yang disiapkan untuk laporan pendapatan Kuartal 4, kepala keuangan Snap Derek Andersen mengatakan perubahan Apple akan menimbulkan risiko gangguan permintaan setelah diterapkan.

“Belum jelas apa dampak jangka panjang dari perubahan tersebut bagi lini  bisnis kami, dan ini mungkin tidak jelas hingga beberapa bulan atau lebih setelah perubahan diterapkan,” katanya.

Apple saat ini sedang menguji pembaruan privasi dalam versi beta iOS 14, yang diharapkan dapat diluncurkan ke semua pengguna di awal musim semi, antara Maret hingga Mei mendatang.

Kepala bisnis Snap Jeremi Gorman mengatakan Snap telah bekerja dengan Apple dalam persiapan menghadapi perubahan itu. Perusahaan berencana memberikan lebih banyak peluang kepada pengiklan untuk menyediakan produk dan layanan mereka kepada pengguna Snap secara langsung melalui Snapchat.

“Kenyataannya adalah kami mengagumi Apple, dan kami percaya bahwa mereka mencoba melakukan hal yang benar untuk pelanggan mereka,” katanya.

“Fokus mereka dalam melindungi privasi selaras dengan nilai-nilai kami dan cara kami membangun bisnis sejak awal.”

Dia menambahkan,"Secara keseluruhan, kami merasa sangat siap untuk perubahan ini, tetapi perubahan pada ekosistem ini biasanya mengganggu dan hasilnya tidak pasti."

Saham kedua perusahaan turun dalam perdagangan setelah jam kerja pada hari Kamis. Snap anjlok lebih dari dari 10%, dan Unity melorot lebih dari 15%.[]

#apple   #facebook   #dataprivasi   #perlindungandatapribadi   #snap   #game

Share:




BACA JUGA
Apple Keluarkan Patch untuk Zero-Day Kritis di iPhone dan Mac
Meta Luncurkan Enkripsi End-to-End Default untuk Chats dan Calls di Messenger
Aktivitas ClearFake Diperluas, Targetkan Sistem Mac dengan Atomic Stealer
Malware NodeStealer Pasang Umpan Wanita Seksi untuk Bajak Akun Bisnis Facebook
Perlindungan Data Pribadi, Meta Luncurkan Facebook dan Instagram Bebas Iklan di Eropa