
Tim Cook berbicara di diskusi bersama European Computers, Privacy & Data Protection (CPDP) pada hari Kamis kemarin.
Tim Cook berbicara di diskusi bersama European Computers, Privacy & Data Protection (CPDP) pada hari Kamis kemarin.
Cyberthreat.id - CEO Apple Tim Cook mengecam keras model bisnis yang mengandalkan pengambilan data pengguna. Menurutnya, cara itu dapat mengarahkan pengguna pada informasi yang salah, ketidakpercayaan, dan bahkan kekerasan di dunia nyata.
Hal itu disampaikan Tim Cook saat memberikan pidato pembukaan pada diskusi yang digelar oleh lembaga European Computers, Privacy & Data Protection (CPDP) pada hari Kamis kemarin.
Dalam pidatonya, seperti dikutip Apple Insider, dia menyinggung berbagai masalah, termasuk upaya privasi Apple dan bahaya model bisnis yang mengandalkan pengambilan data pengguna.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, jika kita menerima seperti biasa bahwa segala sesuatu dalam hidup kita dapat dikumpulkan dan dijual, maka kita kehilangan lebih dari sekedar data. Kita kehilangan kebebasan untuk menjadi manusia," kata Cook.
Meski Cook tidak menyebut nama Facebook, model bisnis yang dijalankan raksasa media sosial itu mengandalkan data pengguna dan digunakan untuk merekomendasikan konten dan iklan.
"Pada saat disinformasi merajalela dan teori konspirasi yang dibuat oleh algoritma, kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap teori teknologi yang mengatakan bahwa semua keterlibatan itu baik dan semakin lama semakin baik," kata Cook.
Dia mengatakan bahwa beberapa konsekuensi dari jenis bisnis ini dapat merusak kepercayaan publik pada vaksinasi yang seharusnya menyelamatkan nyawa, polarisasi, dan bahkan kekerasan di dunia nyata yang dilakukan oleh kelompok ekstremis.
"Jika bisnis dibangun di atas pengguna yang menyesatkan, pada eksploitasi data, pada pilihan yang tidak ada pilihan sama sekali, itu tidak pantas kami puji," kata Cook. "Itu pantas dicemooh."
Catatan Cyberthreat.id, algoritma yang dibangun Facebook bergantung pada data riwayat penjelajahan pengguna di internet. Berdasarkan data itu,orang-orang yang menyukai topik tertentu atau produk tertentu, akan terus direkomendasikan dengan konten yang disukainya. Walhasil, seseorang yang menyukai teori konspirasi, misalnya, akan terus disuguhkan konten serupa dan iklan terkait topik itu. Walhasil, alih-alih menyadarkan, model algoritma semacam itu justru kian menjerumuskan.
Cook juga menyoroti beberapa cara Apple bekerja untuk melindungi privasi, termasuk label pemberitahuan jika ada aplikasi yang melacak prilaku dan kebiasaan pengguna lewat fitur Transparansi Pelacakan Apliasi di iOS 14. Lewat fitur ini, pengguna akan diberitahu dan bisa memilih akan menyetujui pelacakan oleh sebuah aplikasi atau tidak.
Cook menambahkan bahwa Apple telah bekerja tidak hanya untuk memperkuat prinsip privasinya sendiri, "tetapi untuk menciptakan riak perubahan positif di seluruh industri."
"Di Apple, kami membuat pilihan sejak lama. Kami percaya bahwa teknologi etis adalah teknologi yang bekerja untuk Anda. Itu teknologi yang membantu Anda tidur, bukan membuat Anda terjaga. Ini memberi tahu Anda ketika Anda sudah merasa cukup, itu memberi Anda ruang untuk membuat, atau menggambar, atau menulis atau belajar, bukan menambahnya lagi. Teknologi ini ada untuk memperingatkan Anda saat detak jantung Anda melonjak atau membantu Anda saat mengalami kejatuhan yang parah. Dan dengan semua ini, selalu, privasi dan keamanan adalah yang utama, karena tidak ada yang perlu menukar hak penggunanya untuk menghasilkan produk yang hebat, "kata Cook.
Selain itu, Cook juga memuji undang-undang perlindungan data pribadi GDPR milik Eropa, dan sekali lagi menyerukan undang-undang serupa di tingkat federal di AS.
Selain pidato pembukaan Cook, kepala privasi global Apple Jane Horvath berpartisipasi turut berpartisipasi sebagai penulis. Dia ditanyai pertanyaan tentang fitur privasi Apple dan penggunaan Google sebagai mesin pencari utama di produk Apple.
Horvath menegaskan, semua aplikasi, termasuk milik Apple, harus mematuhi kebijakan privasi perusahaan. Dalam hal periklanan, kata dia, Apple tidak menggunakan IDFA (ID untuk Pengiklan yang mengidentifikasi pengguna berdasarkan perangkat yang digunakan untuk membedakan satu pengguna dengan pengguna lain).
Sebaliknya, kata Horvarth, Apple menggunakan jaringan iklan yang jauh lebih pribadi. Tentang pencarian, Horvath mengatakan bahwa Google adalah mesin pencari paling populer, tetapi Apple juga mendukung mesin pencari alternatif seperti DuckDuckGo dan Ecosia.
Pidato Cook muncul di titik meningkatnya ketegangan antara Apple dan Facebook, khususnya terkait fitur pelacakan yang disebutkan di atas.
Facebook telah menjalankan iklan surat kabar satu halaman penuh dan mengkritik fitur baru Apple itu dapat mengurangi pendapatan iklan dan merugikan bisnis kecil.
Di internal Facebook sendiri, muncul perdebatan soal itu. Sebuah laporan menunjukkan bahwa beberapa staf di raksasa media sosial itu mengungkapkan kekhawatiran bahwa serangan Facebook dapat dilihat sebagai kepentingan diri sendiri, bukan untuk kepentingan bisnis kecil.
Di sisi lain, para pegiat hak-hak digital dan kelompok yang mempromosikan privasi memuji langkah Apple dan mengecam Facebook yang dinilai mengeksploitasi data pengguna untuk bisnisnya.
Facebook sendiri dikabarkan sedang bersiap menggugat Apple dengan menuduhnya melakukan praktik monopoli lantara menurut Facebook,"Apple menyalahgunakan kekuasaannya di pasar ponsel cerdas dengan memaksa pengembang aplikasi mematuhi aturan App Store yang tidak harus diikuti oleh aplikasi milik Apple." (Lihat: Facebook Dikabarkan Bersiap Gugat Apple karena Beritahu Pengguna Soal Data Pribadi). []
Share: