
Kolase foto Mark Zuckerberg dan Tim Cook | Medium
Kolase foto Mark Zuckerberg dan Tim Cook | Medium
Cyberthreat.id - Facebook dikabarkan sedang menyiapkan gugatan terhadap Apple atas kebijakan App Store dan fitur privasi iOS 14 yang akan datang, meskipun rencana untuk mengajukannya tidak ditetapkan.
Dalam laporan The Information pada 28 Januari 2021 kemarin disebutkan, raksasa media sosial itu telah bekerja dengan penasihat hukum di luar perusahaan untuk menyiapkan tuntutan yang akan menuduh Apple "menyalahgunakan kekuasaannya di pasar ponsel cerdas dengan memaksa pengembang aplikasi mematuhi aturan App Store yang tidak harus diikuti oleh aplikasi milik Apple."
Meskipun gugatan itu akan meningkatkan eskalasi memburuknya hubungan antara Apple dan Facebook, orang-orang yang mengetahui tentang itu mengatakan bisa saja gugatan itu dibatalkan. Sumber The information mengatakan bahwa Facebook menghadapi "perlawanan internal" dari karyawan tentang pertempuran tingkat tinggi antara dua perusahaan teknologi besar itu.
Menurut laporan itu, gugatan difokuskan pada perubahan iOS 14 yang akan memberitahu pengguna tentang pelacakan yang dilakukan sebuah aplikasi dan meminta persetujuan secara eksplisit.
Tahun lalu, Facebook meluncurkan kampanye menentang fitur privasi yang mengklaim bahwa itu dapat mengurangi pendapatan iklan dan merugikan bisnis kecil.
Raksasa media sosial itu dapat meminta ganti rugi moneter dalam gugatan tersebut, tetapi tujuan yang lebih signifikan dari keluhan tersebut adalah mengubah kebijakan App Store Apple dan pedoman pengembang.
Facebook telah mempertimbangkan untuk membawa perusahaan lain ke dalam gugatan juga. Ini bukan pertama kalinya Facebook menunjukkan siap melawan Apple di pengadilan. Pada bulan Desember, Facebook megatakan turut membantu Epic Games dalam pertempuran hukumnya dengan Apple.
Sebelumnya, hubungan kedua perusahaan itu memang mengalami pasang surut. Antara Facebook yang mengandalkan pelacakan menggunakan data pribadi pengguna untuk kepentingan bisnis iklan, dan Apple yang mengklaim memperjuangkan privasi pengguna. Tim Cook mengkritik cara Facebook memperlakukan data pengguna. Sementara Facebook mengkritik harga premium yang dikenakan Apple.
Akhir tahun lalu, Facebook beriklan di surat kabar ternama yang memberitahu para pengiklan di platformnya dapat terpukul oleh kebijakan privasi Apple. Meskipun demikian, pada awal Januari, Facebook mengatakan bahwa mereka "tidak punya pilihan" selain mematuhi perubahan tersebut.
Di internal Facebook sendiri, muncul perdebatan soal itu. Sebuah laporan menunjukkan bahwa beberapa staf di raksasa media sosial itu mengungkapkan kekhawatiran bahwa serangan Facebook dapat dilihat sebagai kepentingan diri sendiri, bukan untuk kepentingan bisnis kecil.
Di sisi lain, para pegiat hak-hak digital dan kelompok yang mempromosikan privasi memuji langkah Apple dan mengecam Facebook yang dinilai mengeksploitasi data pengguna untuk bisnisnya.
Apple sendiri pada hari Rabu kemarin mengumumkan akan tetap menjalankan fitur privasi anti pelacakan dan akan meluncurkannya pada musim semi antara Maret hingga Mei 2021. (Baca juga: CEO Apple Tingkatkan Perselisihan dengan Facebook terkait Data Pribadi Pengguna).[]
Share: