IND | ENG
Studi: 3,5 Juta Pekerjaaan Cybersecurity Lowong pada 2021

Ilustrasi | Foto: Freepik

Studi: 3,5 Juta Pekerjaaan Cybersecurity Lowong pada 2021
Eman Sulaeman Diposting : Sabtu, 29 Juni 2019 - 20:00 WIB

New York, Cyberthreat.id – Pekerjaan di bidang cybersecurity dinilai memiliki potensi yang sangat cerah. Saking potensialnya, pada 2015, sebuah firma riset dan analisis pekerjaan,  Burning Glass Technologies melaporkan, pekerjaan ini telah tumbuh lebih dari tiga kali lebih cepat daripada posisi teknologi informasi lainnya.

Bahkan, pertumbuhannya kira-kira 12 kali lebih cepat daripada semua pekerjaan lain. Laporan itu juga menyebutkan, yang bekerja di cybersecurity rata-rata mendapatkan upah hampir 10 persen lebih tinggi dibandingkan pekerjaan lainnya di sektor TI.

Sayangnya, pertumbuhan kebutuhan pekerjaan di bidang cybersecurity tidak dibarengi dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia. Pada  2017, berdasarkan laporan dari Cybersecurity Ventures memperdiksi, bahwa  pada 2021 akan ada sekitar 3,5 juta pekerjaan cybersecurity yang tidak terisi di seluruh dunia.

Angela Gunn, Konsultan Respons Insiden untuk Perusahaan Keamanan Inggris BAE Systems, mengatakan, peningkatan permintaan pekerjaan di bidang cybersecurity yang terjadi saat ini karena setiap perusahaan maupun lembaga, entah itu lembaga besar ataupun kecil sangat membutuhkan tenaga profesional di bidang cybersecurity.

Di sisi lain, perkembangan teknologi telah menciptakan permintaan yang besar untuk peretas etis, atau “topi putih”. Kelompok ini adalah orang-orang yang terampil menggunakan komputer yang dapat melindungi sistem  dan memerangi mereka yang berniat buruk.

Bahkan, pada saat ini Universitas mana pun yang menawarkan gelar ilmu komputer selalu menawarkan kelas keamanan. Sedangkan, Universitas yang lebih berpandangan ke depan telah menciptakan departemen keamanan komputer khusus dan menawarkan gelar sarjana dalam keamanan siber. Namun, bisnis masih kesulitan menemukan orang untuk bekerja dengan keamanan komputer.

“Jika seseorang memiliki enam bulan hingga satu tahun kerja dan ketika mereka datang untuk wawancara, mereka tidak mengencingi karpet, mereka akan menghasilkan upah US$ 85.000 di lingkungan sekitar,”  kata Gunn seperti yang diakses dari onezero.medium.com, Sabtu (29 Juni 2019).

Terdapat alasan kuat di balik pertumbuhan pekerjaan di bidang cybersecurity. Cybercrime disebut telah menyebabkan kerusakan senilai US$ 3 triliun pada tahun 2015, menurut perusahaan riset Cybersecurity Ventures.  Bahkan, riset tersebut memperkirakan angka itu akan tumbuh menjadi dua kali lipat menjadi US$ 6 triliun pada tahun 2021.

Manager Kemanan Google Dave Weinstein, menyebut,  perusahaan menghadapi dilema pembela, ketika berhadapan dengan cybercrime.

“Pembela harus kuat di mana-mana, setiap hari. Penyerang hanya perlu menang sekali. Untuk setiap kelompok penjahat, pihak pertahanan membutuhkan pasukan yang benar-benar, meningkatkan persenjataan dan bergegas untuk menyelamatkan pada tanda pertama serangan,” ungkap Dave.

Upah Pekerja Cybersecurity

Pada akhir 2018, Cyberseek, program yang berada di bawah Departemen Perdagangan AS / Amerika Serikat, juga melaporkan,  terdapat lebih dari 26.000 lowongan untuk analis keamanan siber (rata-rata pembayaran, US$ 85.000 per tahun).

Bahkan, menurut Billy Rios, yang pernah bekerja di Microsoft dan Google, jika memiliki keterampilan khusus, memiliki pengalaman melakukan pemindaian basis data, atau mungkin  bekerja sebagai programmer sebelum pindah ke keamanan, maka mereka akan mendapat upah US$ 110, US$ 120, atau bahkan US$ 125.'

“Bagi mereka yang memiliki pengalaman lima tahun atau lebih, gaji mulai dari US$ 150.000. Tidak pernah ada pekerjaan cybersecurity yang saya ambil di tempat saya seperti, sobat.  Saya berharap bisa menghasilkan lebih banyak uang,” kata Billy.

Sementara, Allison Wong, pengusaha kemanan menyebut, pekerjaaan di bidang cybersecurity adalah pekerjaan yang sangat keren.

“Ini pekerjaan yang keren. Jika Anda bertahan di sana selama empat tahun dan menunjukkan Anda baik, Anda akan menghasilkan enam angka. Dan bukan hanya angka enam yang rendah. Plus, satu keuntungan lagi, Ini bukan pekerjaan yang bisa membuatmu bosan. Jika Anda bosan, Anda melakukan sesuatu yang salah,” pungkas Wong.

 

#Cybersecurity   #Cybersecurityventures   #Cyberseek   #Jobanalytics

Share:




BACA JUGA
Politeknik Siber dan Sandi Negara Gandeng KOICA Selenggarakan Program Cyber Security Vocational Center
Hacker Pro Palestina Klaim Retas Data Puluhan Perusahaan Israel
Rawan Dibobol, Metrodata Alami Lonjakan Permintaan Jasa Cyber Security
BSSN Susun Peta Jalan Pembinaan Industri Keamanan Siber di Indonesia
Paket npm Berbahaya Ditemukan Eksploitasi Data Sensitif dari Pengembang