IND | ENG
Jakarta Pantau Pergerakan Warga Saat PSBB Lewat 1.500 CCTV, Cek di Sini Hasilnya

Kerjasama dengan PT Nodeflux Teknologi Indonesia, Jakarta pantau warga lewat CCTV

Jakarta Pantau Pergerakan Warga Saat PSBB Lewat 1.500 CCTV, Cek di Sini Hasilnya
Yuswardi A. Suud Diposting : Sabtu, 16 Mei 2020 - 14:40 WIB

Cyberthreat.id - Unit Pelaksana Jakarta Smart City menggandeng PT Nodeflux Teknologi Indonesia untuk memantau pergerakan orang dan kendaraan di masa penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemantauan dilakukan lewat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kepala Unit Pelaksana Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha mengatakan dengan adanya kolaborasi itu diharapkan dapat memantau efektifitas PSBB guna menekan penyebaran virus corona.

“Melalui Smart Collaboration ini kami dapat melihat mana wilayah yang telah dan belum efektif menerapkan imbauan PSBB,” kata Yudi lewat konferensi video, Jumat (15 Mei 2020).

Pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan 1.500 CCTV yang terpasang di seluruh area Jakarta yang meliputi 44 Kecamatan dan 267 Kelurahan sejak 13 April.

Data yang diperoleh dari berbagai CCTV tersebut kemudian disajikan dalam bentuk dasbor yang mudah dipahami. Anda dapat melihat hasilnya di laman web di https://corona.jakarta.go.id/id/data-visualisasi.

Di tautan itu, dasbor yang memperlihatkan pergerakan warga disebut dengan "Covid19 Nodeflux Dashboard (DKI Jakarta). Saat di klik, pengguna akan dibawa ke situs Nodeflux dengan tautan https://backend.cloud.nodeflux.io/metabase/public/dashboard/227aff8b-da1d-4514-a97f-e01295f65204.

Di sana disebutkan, dasbor itu menginformasikan data penghitungan densitas kendaraan dan orang di wilayah DKI Jakarta dari pukul 06.00 - 22.00 WIB.

"Data pada dasbor diperoleh dari sekitar 1.500 stream CCTV publik yang telah memenuhi kriteria dari total 2.672 CCTV publik yang ada di Jakarta."
 
Disebutkan, AI akan mendeteksi tiap objek orang dan kendaraan yang tertangkap CCTV. Data hasil deteksi diperoleh secara sampling dari frame CCTV dalam kurun waktu tertentu, kemudian dihitung rata-rata jumlah objek yang terdeteksi oleh AI.

"Dari data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kepadatan aktivitas publik dalam tiap waktu dan pada area tertentu."  

Dasbor juga menampilkan peta letak CCTV pengambilan densitas orang dan kendaraan. Semua CCTV terhubung lewat tautan link ke situs balitower.co.id milik PT Bali Towerindo Sentra selaku penyedia infrastruktur bidang telekomunikasi.

CCTV di Cideng, misalnya, terhubung ke tautan
cctv.balitower.co.id:80/cideng-006-700204_3/embed.html?proto=hls. Hanya saja, link ini tidak bisa diakses oleh masyarakat umum sebab dilindungi dengan kredensial berupa login dan password.

CEO Nodeflux Meidy Fitranto menjelaskan, adanya dasbor informasi itu memungkinkan petugas dan masyarakat membandingkan informasi kepadatan kendaraan dan manusia berdasarkan wilayah maupun rentang waktu serta melihat titik persebaran CCTV.

Kedepannya, Meidy berharap integrasi dapat diperluas ke tempat-tempat lainnya seperti halte, stasiun, pasar dan lainnya agar petugas dapat dialokasikan ke wilayah yang tepat.

Selain Public Mobility Monitoring, Nodeflux juga mengembangkan berbagai solusi lain terkait Covid-19 yaitu Social Distance Monitoring dan Face-Mask Monitoring.

Menurut Meidy, dia sudah menyiapkan mask-detection, social distance, dan otentifikasi untuk pembagian bansos/BLT secara tepat guna.

Dia yakin semua wilayah nantinya akan membutuhkan solusi teknologi yang sama seiring dengan perluasan PSBB.

"Kerja sama dengan swasta juga akan sangat membantu guna menambah jumlah CCTV yang bisa dimanfaatkan,” kata Meidy.[]

#psbb   #covid19   #corona   #jakarta

Share:




BACA JUGA
Ini Dampak Buruk Misinformasi di Kalangan Gadis dan Wanita Muda
Rusia Siapkan Balasan setelah YouTube Hapus Akun RT Deutsch
YouTube Hapus Dua Akun Media Rusia di Jerman, Dinilai Unggah Konten Misinformasi Covid-19
YouTube Klaim Hapus Lebih dari 1 Juta Video Misinformasi Virus Corona
Begini Kata Kominfo dan Facebook Menyikapi Akun Tokoh atau Artis yang Tak Percaya Covid-19