IND | ENG
Perangkat Cellebrite Itu bukan Software Intelijen

Pakar Forensik Digital Ruby Alamsyah | Foto: Arsip pribadi

PAKAR FORENSIK DIGITAL – RUBY ALAMSYAH
Perangkat Cellebrite Itu bukan Software Intelijen
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 06 April 2021 - 17:55 WIB

Cyberthreat.id – Nama “Cellebrite” bukanlah nama asing di kalangan ahli forensik digital. Namanya begitu populer, seperti halnya Facebook dan TikTok di kalangan pengguna media sosial.

Perusahaan teknologi asal Israel tersebut memproduksi perangkat keras dan lunak yang diakui sebagai yang terbaik untuk menganalisis data ponsel.

Selama bertahun-tahun, para penyidik Biro Investigasi Federal (FBI) memakai perangkat Cellebrite dalam analisis forensik digitalnya.

Cellebrite berdiri sejak 22 tahun lalu oleh tiga serangkai Avi Yablonka, Yaron Baratz, dan Yufal Aflalo dan berkantor pusat di Petah Tikva, Israel. Cellebrite didanai dan dimiliki penuh oleh Sun Corporation asal Jepang, firma forensik data dengan spesialisasi pengumpulan data, transfer data, dan analisis segala jenis perangkat seluler.

Awalnya, Cellebrite tidak diandalkan untuk analisis forensik perangkat seluler, justru hanya menawarkan jasa transfer data dari satu ponsel ke ponsel lain. Saat itu perusahaan berupaya menjembatani para pengguna yang berganti dari ponsel lama ke ponsel baru.

Pelanggan Cellebrite termasuk perusahaan-perusahaan besar dan kalangan pemerintah, sebut saja Motorola, Nolia, dan Verizon. Di kalangan pemerintah selain FBI, Kepolisian Republik Indonesia juga menggunakannya.

Baru-baru ini, Polri menggunakan perangkat Cellebrite untuk mengekstrak data ponsel milik Jumhur Hidayat, terdakwa kasus ujaran kebencian di Twitter, yang kasusnya saat ini disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Jumhur, mantan kepala BNPT2TKI, ditangkap dalam status sebagai petinggi ormas Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Penyidik Polri mengatakan hanya mengekstrak data ponsel Jumhur yang terkait dengan ujaran kebencian di Twitter. (Baca: Polri Pakai Cellebrite Buatan Israel untuk Sedot Data Ponsel Jumhur Hidayat KAMI)

Sebelumnya, Polri juga memakainya untuk mengekstrak data ponsel dalam kasus aktris Vanessa Angel yang didakwa dalam kasus pornografi.

Untuk lebih jauh memahami perangkat Cellebrite tersebut, wartawan Cyberthreat.id, Andi Nugroho, mewawancarai Pakar Forensik Digital Ruby Zukri Alamsyah pada Selasa (6 April 2021).

Bisa Anda terangkan tentang produk Cellebrite?

Saya mau jelaskan, software Cellebrite itu bukan software intelijen, seperti yang dimaksud oleh kebanyakan media hari ini. Kesalahan ini ada dua kemungkinan, antara si ahlinya di pengadilan ngomongnya keliru atau media yang mengutipnya keliru.

Jadi, software Cellebrite itu mobile forensic tools, yaitu softaware yang digunakan untuk melakukan analisis terhadap handphone, tablet dan mobile device lainnya.

Untuk bisa menganalisisnya, mobile device harus dihubungkan (connecting) ke software secara fisik, untuk dapat menganalisis isi konten dari perangkat tersebut.

Misalnya, di lab forensik kami, ada handphone dan tablet dari klien yang kami terima, kami colokkan ke software. Lalu, software tersebut akan melakukan kloning terhadap perangkat, dan menganalisis konten-konten yang kita perlukan. Apa pun yang ada di dalam perangkat tersebut akan bisa digali.


Baca: 


Foto: Arsip pribadi


Bagaimana penggunaannya di kepolisian?

Kalau di kepolisian, misalnya, dari tersangka, barang bukti berupa handphone dan tablet itu juga akan diperiksa oleh polisi pakai software Cellebrite tadi.

Jadi, Cellebrite itu bukan ujuk-ujuk sebuah software intelijen atau mengambil data dari jarak jauh, itu tidak sama sekali. Software ini merupakan mobile forensic yang bisa menganalisis dan barang buktinya harus terkoneksi secara fisik.

Kalau software intelijen yang dimaksud sama media, biasanya selalu remotely, yang mengambil data dari perangkat target secara remote atau jarak jauh. Software Cellebrite tidak bisa melakukan hal seperti itu.

Perangkat Cellebrite sendiri aman tidak untuk digunakan pemerintah?

Software ini aman dipakai pemerintah, saya pun secara pribadi maupun perusahaan punya software ini, sudah lama. Karena memang software ini sangat membantu tidak hanya untuk pemerintah saja, karena ini bukan software intelijen. Jadi, kami yang swasta boleh beli.

Jadi murni software ini untuk forensik digital ya?

Betul, ini murni untuk forensik digital pada mobile device. Saya pribadi sudah lama punya dari versi terlama sampai saat ini

Zaman dulu itu bentuknya kayak komputer, tapi kecil jadi bisa di bawa ke mana saja. Kayak kotak sepatu, tapi lebih kecil, dan layarnya bisa dinaikkan ke atas, juga diberi pelindung karet sehingga kalau jatuh tidak akan rusak.

Yang sekarang namanya sudah berbeda yaitu “Celebrite Universal Forensic Extraction Device” (UFED) untuk komputer. Sekarang sudah bisa diinstall di komputer mana saja dengan menggunakan lisensi mereka.

Nanti, bisa melakukan analisis, tidak perlu menggunakan (perangkat) portable lagi. Dulu software-nya hanya bisa digunakan dalam perangkat keras yang khusus, sekarang bisa digunakan di komputer apa saja walaupun tidak pakai perangkat keras mereka.

Untuk ambil data ponsel China murah bisa tidak?

Software ini 80 persen sudah kompetibel dengan device yang ada di dunia, dan paling banyak di-support oleh perangkat di dunia, iPhone sekalipun. Juga, support ribuan perangkat ponsel yang ada di dunia, termasuk handphone China yang murah, bahkan mereka juga punya plugin khusus untuk ponsel China. Aplikasi ini nomor 1 di dunia untuk mobile forensic device.

Bagaimana bisa mengambil data cuitan Twitter di ponsel tersangka?

Misalnya, kita menggunakan aplikasi dan browser di perangkat kita, aplikasi tersebut menyimpan datanya di ponsel kita. Nah, (software) Cellebrite itu digunakan bukan hanya untuk mengeluarkan dari storage (ruang penyimpanan ponsel), tapi juga untuk merapikan [hasil ekstrak data].

Kan [hasil ekstrak] itu akan muncul di komputer, munculnya akan rapi. “Oh chat WhatsApp dia, ini postingan Twitter dia.” Jadi, yang bilang cuma diambil yang terkait cuitan saja, menurut saya itu salah bahasa.

Yang diungkap di pengadilan dan BAP (bukti acara pemeriksaan) hanya khusus yang terkait dengan kasusnya saja. Karena di handphone itu juga terkait macam-macam. Karena di Cellebrite itu ada opsinya untuk men-download semua.

Memang bisa dipilih mau download yang mana, tapi tidak bisa memilih, nanti ambil yang terkait kasus apa, tidak bisa. Harus ambil dulu yang terkait Twitter, sehabis itu baru disortir dan dipilah yang terkait kasus tersebut.[]

#cellebrite   #mobileforensicdevice   #forensikdigital   #jumhurhidayat   #polri   #fbi   #israel

Share:




BACA JUGA
Fokus Keamanan Siber Otomotif, LG Electronics Beli Startup Israel Cybellum
Malware Canggih Serang iMessage, Citizen Lab Tuding NSO Group
Ransomware Targetkan Pertanian, FBI Ingatkan Dapat Ganggu Rantai Pasokan Makanan
Citizen Lab Temukan Aktivitas Baru Spyware Pegasus, Eksploitasi Kerentanan Tanpa Klik di iPhone
Cara Deteksi Spyware Pegasus via Aplikasi iMazing