IND | ENG
Huawei Tak Memiliki Backdoors dan Front Door Selalu Terbuka

Maggie Zhang, Director of Media Affairs, Huawei Indonesia.

DIRECTOR OF MEDIA AFFAIRS HUAWEI INDONESIA - MAGGIE ZHANG
Huawei Tak Memiliki Backdoors dan Front Door Selalu Terbuka
Nurlis Effendi Diposting : Kamis, 18 Februari 2021 - 11:57 WIB

BERMARKAS di Shenzhen, Guandong, China, Huawei Technologies menembus berbagai belahan dunia. Inilah satu-satunya teknologi asli Asia yang mampu melampaui raksasa teknologi dunia yang selama ini didominasi Amerika Serikat. Didirikan pada 1987, kini Huawei menjadi penyedia infrastruktur dan perangkat pintar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka.

Huawei ingin mendorong konektivitas secara luas dan mempromosikan akses yang setara ke jaringan; menghadirkan cloud dan kecerdasan buatan ke keempat penjuru bumi untuk memberikan daya komputasi yang unggul; membangun platform digital untuk membantu semua industri dan organisasi menjadi lebih gesit, efisien, dan dinamis; mendefinisikan ulang pengalaman pengguna dengan AI.

Berdasarkan data dari laman Huawei.com, raksasa teknologi China ini memiliki lebih dari 194.000 karyawan, dan beroperasi di lebih dari 170 negara dan wilayah, melayani lebih tiga miliar orang di seluruh dunia. Salah satunya adalah Indonesia.

Bagaimana peran Huawei di Indonesia? Maggie Zhang, Director of Media Affairs Huawei Indonesia, menjawabnya dalam wawancara khusus dengan wartawan Cyberthreat.id, Nurlis Effendi, pada Kamis (18 Februari 2021). Berikut petikannya:  

Bagaimana Huawei memandang Indonesia terkait dengan perkembangan teknologi informasi?

Huawei sangat optimistis dan mendukung pengembangan TIK di Indonesia. Kehadiran kami di Indonesia selama lebih dari 20 tahun merupakan bukti kuat bagaimana kami menaruh kepercayaan pada masa depan pengembangan TIK Indonesia. Bahkan, kami telah melihat Indonesia mengakselerasi transformasi digital dan dapat melewati krisis selama pandemi yang berkepanjangan ini. Huawei sebagai penyedia TIK global berkomitmen jangka panjang untuk mendampingi Indonesia dalam proses transformasi digitalnya.

Apakah Huawei menerapkan prinsip transparansi terkait TI yang digunakan para mitranya, khususnya di Indonesia?

Tentu saja. Huawei adalah perusahaan TIK paling terbuka, terevaluasi, dan paling transparan di dunia, serta dapat diverifikasi secara luas oleh tim ahli dari pemerintah, pelanggan, dan pihak ketiga. Kami juga melakukan praktik serupa dan menerapkan standar serta persyaratan ketat yang sama di Indonesia. Peralatan kami telah melewati review keamanan siber yang ketat dan kami hanya menyediakan layanan teknis bila diperlukan di bawah pengawasan operator. Layanan ini hanya dilakukan saat pelanggan membutuhkannya dan kami telah menerima otorisasi dari operator.

Apa pendapat Huawei mengenai isu backdoors?

Pertama, peralatan Huawei tidak memiliki backdoors. Kedua, front door Huawei selalu terbuka. Tata sistem kami dapat dikatakan tata sistem dengan pengawasan yang paling keras dan paling ketat di dunia. Kami tetap membuka front door kami dan mengizinkan otoritas yang berwenang dan lembaga khusus lain untuk menilik source code atau (kode sumber) kami. Ini memastikan bahwa jaminan keamanan kami dapat diverifikasi. Tidak ada perusahaan TIK di tempat lain di dunia yang melakukan hal ini. Huawei adalah satu-satunya penyedia teknologi di industri yang bersedia melakukan peninjauan kode sumbernya dengan standar tinggi.

Apakah Huawei berencana membuka R&D di Indonesia?

Peluang selalu terbuka jika waktu dan momennya tepat dan matang, meskipun dalam waktu dekat kami belum memiliki rencana untuk membuka R&D di Indonesia. Investasi R&D selalu menjadi prioritas utama kami. Investasi R&D tahunan kami telah mencapai US$15-20 miliar. Selama lima tahun ke depan, kami akan menginvestasikan lebih dari US$100 miliar ke dalam R&D. Yang lebih penting bagi Huawei adalah struktur industri masa depan. Kami bekerja keras demi terwujudnya masyarakat informasi.

Jika Huawei memandang Indonesia sebagai pasar yang menguntungkan, lalu bagaimana soal perlindungan terhadap konsumennya?

Bisnis apa pun harus membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Kami percaya bahwa bisnis kami tumbuh bersama dengan pasar yang kami layani. Kami berharap Huawei juga dapat tumbuh bersama Indonesia. Terkait hal itu, perlindungan konsumen selalu menjadi prioritas utama Huawei. Kami selalu berpihak pada pelanggan kami. Kami telah belajar bahwa satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan menghormati pelanggan yang mencakup nilai dan minat mereka. Oleh karena itu, kami mematuhi semua hukum di negara tempat kami beroperasi sebagai bentuk upaya kami memastikan informasi yang aman dan dapat diandalkan.

Bagaimana hubungan kemitraan yang terjalin antara Huawei dan Indonesia?

Huawei percaya pada kemitraan multi-helix dengan pemangku kepentingan utama di Indonesia, baik itu pemerintah, industri, dan universitas. Setiap orang berperan dan kolaborasi adalah suatu keharusan untuk mencapai tujuan bersama untuk membangun Indonesia yang lebih cerdas dan terkoneksi.

Apakah Huawei memiliki hubungan dengan universitas di Indonesia?

Baru-baru ini, Huawei yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan 1.000 akun layanan cloud untuk 500 universitas di seluruh Indonesia sebagai bagian dari dukungan kami terhadap akselerasi transformasi digital di bidang pendidikan.

Huawei juga memiliki sinergi yang kuat dengan kementerian dan universitas untuk mengembangkan ekosistem TIK yang lebih progresif dengan menyelenggarakan kompetisi TIK secara rutin setiap tahun. Tahun lalu, sedikitnya 88 perguruan tinggi mengikuti kompetisi di tingkat nasional, regional, dan global.

Saat ini, Huawei memiliki kemitraan global dengan lebih dari 300 universitas dan lebih dari 900 lembaga riset. Kami berharap mitra universitas kami juga memperoleh manfaat dari jaringan kami yang kuat untuk terus memperbarui mereka dan mengikuti tren global dalam penelitian dan inovasi.

Huawei bersedia berkontribusi untuk pengembangan sumber daya manusia dari Indonesia, khususnya di bidang teknologi informasi?

Tentu saja. Pemerintah Indonesia memiliki visi menjadi kekuatan ekonomi digital dunia pada tahun 2024. Untuk visi tersebut, Indonesia membutuhkan 9 juta talenta TIK yang menguasai teknologi terdepan, seperti cloud, AI, big data, 5G dan IoT, pada tahun 2030. Huawei Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan bakat TIK sebagai landasan utama untuk mewujudkan visi tersebut. Tahun lalu, Huawei telah menandatangani MoU dengan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk mengembangkan 100.000 talent TIK melalui pendidikan vokasi guna mempersiapkan talent TIK berstandar internasional untuk lima tahun mendatang.

Awal tahun ini, kami juga membuka Huawei ASEAN Academy Engineering Institute di Jakarta yang akan menjadi pusat pelatihan dan sertifikasi di bidang TIK, terbesar dan paling bersaing di antara Akademi Huawei di kawasan Asia Pasifik. Ini menunjukkan betapa kuatnya komitmen kami terhadap pengembangan TIK di Indonesia.

Apakah menurut Huawei Indonesia memiliki masa depan untuk mengembangkan keterampilan sumber daya manusia di bidang teknologi informasi?

Huawei memiliki kepercayaan yang kuat dengan potensi TIK Indonesia. Keyakinan tersebut mendorong Huawei berinvestasi untuk mendukung program bakat TIK 100K dan pengembangan bakat TIK lainnya. Kami percaya bahwa pengembangan keterampilan sumber daya manusia TIK Indonesia sangat menjanjikan. Salah satu contoh nyata untuk mendukung kepercayaan diri adalah keberhasilan tim Indonesia dari Institut Teknologi Bandung (ITB) baru-baru ini membawa pulang juara pertama kategori jaringan dan cloud dalam kompetisi Huawei ICT Global 2020. Hal ini menunjukkan betapa menjanjikannya kualitas talenta muda TIK kita dan kami berharap lebih banyak lagi hal luar biasa yang akan muncul dari bakat TIK Indonesia.

Menurut Huawei, masalah TI mendasar apa yang ada di Indonesia? Apa solusi/produk Huawei terbaru?

Di Huawei, kami sangat menghargai upaya berinovasi. Karena hal itu merupakan bagian dari budaya inovasi Huawei di mana kami memandang setiap masalah sebagai peluang untuk menemukan solusi melalui inovasi. Sebagai contoh dalam konteks TIK di Indonesia, tantangan besar dalam membangun konektivitas untuk menjangkau daerah dan pulau terpencil membawa kami pada solusi untuk menyediakan jaringan seluler yang lebih luas dengan konsumsi daya rendah dan pasokan tenaga surya di komponen pita dasar dan unit radio di BTS. Solusi Huawei yang disebut RuralStar ini telah dikembangkan secara komersial di lebih dari 110 jaringan di 50 negara, menyediakan konektivitas ke lebih dari 50 juta populasi dunia.

Demikian pula, akhir tahun lalu kami memperkenalkan arsitektur AI yang canggih, Intelligent Twins, untuk mendukung peningkatan AI untuk sektor bisnis dan pemerintah. Berdasarkan Intelligent Twins, pelanggan dan mitra utama Huawei dapat membangun solusi cerdas untuk mempercepat transformasi AI dan mengantisipasi berbagai skenario yang muncul dalam penerapan teknologi AI.[]

#huawei   #5g

Share:




BACA JUGA
40 Persen Orang Amerika Tak Percaya Facebook dan TikTok, Bagaimana Google dan Huawei?
Dukung Ekosistem Digital, Huawei Buka Digix Lab Pertama di Singapura
Regulator Brasil Setujui Aturan Lelang Spektrum 5G, Tidak Ada Larangan untuk Huawei
Huawei Bicara Inovasi untuk Bangkit dari Pandemi Covid-19