
Logo Xiaomi | Shutterstock
Logo Xiaomi | Shutterstock
Cyberthreat.id - Beberapa hari menjelang berakhir masa jabatannya, Pemerintahan Donald Trump kembali menambah daftar perusahaan teknologi asal China yang dicekal, termasuk pembuat ponsel Xiaomi.
Dilansir dari CNN, pada hari Kamis Departemen Pertahanan Amerika Serikat menambahkan sembilan perusahaan China, termasuk Xiaomi, ke daftar perusahaan yang diklaim dimiliki atau dikendalikan oleh militer China. Perusahaan yang termasuk dalam daftar itu, menghadapi pembatasan aktivitas yang ketat, termasuk larangan investasi oleh entitas Amerika.
Daftar sembilan perusahaan itu juga dipajang di situs Departemen Pertahanan Amerika dengan sebutan "perusahaan militer komunis China" yang beroperasi secara langsung dan tidak langsung di Amerika Serikat.
Departemen Pertahanan mengatakan bahwa pihaknya "bertekad menyoroti dan melawan" hubungan antara militer China dan perusahaan yang "tampaknya merupakan entitas sipil" tetapi mendukung militer dengan teknologi yang canggih.
Belum ada respon terbaru dari Kementerian Luar Negeri China terkait hal itu. Namun, Beijing sebelumnya telah mengkritik Washington atas tindakannya, dan mengatakan akan mengambil "tindakan yang diperlukan" yang melindungi kepentingan perusahaan China.
Ada pun Xiaomi membantah perusahaannya dimiliki atau dikendalikan oleh militer China dalam penjelasannya kepada bursa saham.
Xiaomi menambahkan bahwa mereka akan mengambil tindakan yang sesuai untuk melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang sahamnya.
Dikutip dari androidauthority.com, berikut adalah pernyataan lengkap dari Xiaomi:
"Perusahaan telah mematuhi hukum dan beroperasi sesuai dengan hukum dan peraturan yurisdiksi yang relevan di mana perusahaan menjalankan bisnisnya. Perusahaan menegaskan kembali bahwa mereka menyediakan produk dan layanan untuk penggunaan sipil dan komersial. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak dimiliki, dikendalikan, atau berafiliasi dengan militer China, dan bukan "Perusahaan Militer Komunis China" yang ditentukan di bawah NDAA. Perusahaan akan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang sahamnya. Perusahaan sedang meninjau konsekuensi potensial dari ini untuk mengembangkan pemahaman yang lebih lengkap tentang dampaknya terhadap Grup. Perusahaan akan membuat pengumuman lebih lanjut jika diperlukan."
Berikut adalah 9 perusahaan baru yang disebut Pentagon sebagai 'perusahaan militer komunis China." [versi PDF bisa dilihat di sini)
Sebelumnya, Pentagon telah menambah 35 perusahaan China ke daftarnya, termasuk pembuat chip SMIC dan perusahaan teknologi Huawei. Departemen Perdagangan Amerika juga memberlakukan pembatasan pada banyak perusahaan China.
SMIC telah membantah memiliki hubungan dengan militer China, sementara Huawei juga membantah berbagai tuduhan AS termasuk tudingan perusahaan itu menimbulkan risiko bagi keamanan nasional Amerika.
Bursa Efek New York juga mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan menghapus tiga saham perusahaan telekomunikasi China untuk mematuhi perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang melarang investasi Amerika di perusahaan tertentu.[]
Share: