
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Indonesia sedang bersiap masuk era Society 5.0 yang memaksa masyarakat untuk melek teknologi. Oleh karenanya, masyarakat dituntut untuk bisa berpikir kritis, inovatif, dan kreatif.
Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, seperti dikutip dari akun Instagram-nya (@DitjenDikti), prospek pekerjaan di era Society 5.0 akan semakin luas karena mengintegrasikan antara dunia maya (ruang virtual) dan ruang fisik (ruang nyata).
Berikut ini lima pekerjaan yang akan banyak dibutuhkan oleh perusahaan di era Society 5.0:
1. Web Developer
Untuk memasarkan produknya, mau tidak mau perusahan harus memanfaatkan segala hal termasuk dalam hal mencakup ranah digital untuk memperluas jangkauan pemasaran. Salah satunya situs web yang dapat digunakan untuk menjangkau konsumen dengan lebih mudah. Di sini, peran web developer sebagai pembuat situs web sangatlah penting. Untuk menjadi seorang web developer yang dibutuhkan adalah mempelajari bahasa pemograman, front-end, back-end developer, HTML dan CSS.
2. App Developer
Untuk menjangkau konsumen di berbagai tempat, perusahaan berlomba-lomba menciptakan aplikasi dengan tujuan menunjang kebutuhan para konsumennya di masing-masing smartphone. Untuk menjadi seorang app developer harus memiliki kemampuan algoritma dan logika pemrograman.
3. Search engine optimization (SEO)
SEO Specialist merupakan pekerjaan yang bertanggung jawab untuk selalu update terhadap perkembangan informasi mengenai algoritma Google yang terus menerus diperbarui.
Inilah alasan profesi SEO menjadi penting di era society 5.0 terutama bagi perusahaan yang memanfaatkan kanal digital sebagai pemasaran mereka. SEO juga bertugas mengoptimalkan situs web sehingga mampu berada pada posisi teratas di halaman pertama Google.
4. Content creator
Sebuah produk akan dikenal masyarakat luas jika dikemas dengan iklan yang dapat membuat orang pemasaran dan tertarik untuk membeli atau menggunakan produk tersebut. Untuk membuat orang terpengaruh membeli atau menggunakan produk, seorang content creator perlu memiliki soft skill yaitu kreativitas dan inovasi untuk menciptakan konten yang menarik.
5. Social media specialist
Hampir setiap orang memiliki media sosial, itulah yang dimanfaatkan perusahaan sebagai promosi dan mendapatkan konsumen melalui media sosial. Tren iklan yang dulunya menggunakan media televisi, sekarang sudah bergeser melalui media sosial. Sebagai pemasaran satu produk, dibutuhkan social media specialist yang bertanggung jawab atas konten yang menganalisa feedback dari warganet.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: