
iPhone | Foto: Unsplash
iPhone | Foto: Unsplash
Cyberthreat.id – American Civil Liberties Union (ACLU), organisasi nirlaba yang memperjuangan isu perlindungan hak sipil bagi warga AS, mengajukan gugatan baru yang menuntut informasi terkait Electronic Device Analysis Unit (EDAU) milik Biro Investigasi Federal (FBI), Selasa (28 Desember 2020).
EDAU, menurut ACLU, sebuah unit forensik di FBI yang diduga diam-diam melanggar sistem enkripsi lokal perangkat iPhone, demikian seperti dikutip dari The Verge, diakses Kamis (31 Desember).
"FBI diam-diam memecahkan enkripsi yang melindungi ponsel dan laptop kita dari pencuri identitas, peretas, dan pemerintah yang kejam," kata ACLU dalam sebuah pernyataannya.
“Bahkan, [mereka] menolak untuk mengakui bahwa memiliki informasi tentang upaya [pemecahan enkripsi] tersebut.”
FBI sebelumnya telah membuat beberapa pernyataan publik tentang EDAU, tetapi dalam gugatan tersebut, ACLU mengutip beberapa kasus tentang bagaimana jaksa telah mengajukan "Permintaan Buka Kunci Perangkat Seluler" dan menerima data dari telepon yang sebelumnya terkunci. Apalagi EDAU juga memasukkan permintaan publik untuk perangkat GrayKey yang berhasil membuka versi iOS lama.
Pada Juni 2018, ACLU mengajukan permintaan keterbukaan informasi publik (Freedom of Information Act/FOIA) terkait EDAU, tetapi FBI menolaknya.
Setelah serangkaian banding dalam proses FOIA, organisasi sipil itu membawa masalah tersebut ke pengadilan federal, meminta jaksa agung dan inspektur jenderal FBI untuk campur tangan secara langsung dan membuat catatan yang diminta segera tersedia.
“Kami menuntut catatan rilis pemerintah mengenai kebijakan apa pun yang berlaku untuk EDAU, kemampuan teknologinya untuk membuka atau mengakses perangkat elektronik, dan permintaannya untuk pembelian atau penggunaan perangkat lunak yang dapat memungkinkannya untuk melewati enkripsi,” ACLU.
Selama bertahun-tahun, Apple telah mempromosikan enkripsi disk iOS-nya sebagai perlindungan yang kuat terhadap pencurian identitas dan akses ilegal.
Desakan Apple pada keamanan data yang kuat telah membawanya konflik dengan FBI, yang telah berulang kali menekan perusahaan untuk membuat “pintu belakang” di sistemnya, terutama dalam kasus penembakan sadis di San Bernardino pada 2015.
Namun, kemampuan FBI saat ini untuk memecahkan enkripsi iOS masih belum jelas karena belum ada bukti yang menguatkan.[]
Share: