IND | ENG
Regulasi Baru di AS,  Drone Kecil Boleh Melintas di Atas Orang di Malam Hari

lustrasi | Foto: freepik.com

Regulasi Baru di AS, Drone Kecil Boleh Melintas di Atas Orang di Malam Hari
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 29 Desember 2020 - 10:11 WIB

Cyberthreat.id – Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat akan mengizinkan pesawat nirawak (drone) kecil untuk terbang di sekitar manusia dan pada malam hari.

Pengumuman yang dilakukan pada Senin (28 Desember 2020) tersebut menjadi langkah baru regulasi drone. Setidaknya membuka peluang untuk pengiriman paket barang secara lebih luas ke depan.

FAA mengatakan terkait masalah keamanan perlunya teknologi identifikasi jarak jauh untuk memungkinkan identifikasi drone dari darat.

Aturan akan berlaku 60 hari setelah dipublikasikan di daftar federal pada Januari mendatang. Produsen drone memiliki waktu 18 bulan untuk mulai memproduksi drone dengan ID Jarak Jauh, dan operator memiliki satu tahun tambahan untuk memberikan ID Jarak Jauh.


Baca:


Ada aturan lain yang lebih rumit yang memungkinkan operasi pada malam hari dan drone yang lebih besar dalam beberapa kasus.

"Aturan baru ini memberi jalan bagi integrasi lebih lanjut dari drone ke wilayah udara kita dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan dan keamanan," kata Administrator FAA Steve Dickson.

"Drone mendekatkan kita ke hari ketika kita akan lebih rutin melihat operasi drone seperti pengiriman paket," ia menambahkan seperti dikutip dari Reuters, Senin.

Sejumlah vendor drone telah berlomba-lomba untuk membuat armada drone untuk mempercepat pengiriman. Amerika Serikat memiliki lebih dari 1,7 juta registrasi drone dan 203.000 pilot jarak jauh bersertifikat FAA.

Untuk operasi di malam hari, FAA mengatakan drone harus dilengkapi dengan lampu anti-tabrakan. Aturan terakhir memungkinkan operasi atas kendaraan yang bergerak dalam beberapa keadaan.

ID jarak jauh diperlukan untuk semua drone dengan berat 0,55 lb (0,25 kg) atau lebih, tetapi diperlukan untuk drone yang lebih kecil dalam keadaan tertentu.

Aturan yang baru juga menghilangkan persyaratan bahwa drone terhubung ke internet untuk mengirimkan data lokasi. Tanpa perubahan tersebut, penggunaan drone dapat dilarang digunakan di daerah tanpa akses internet.

Association for Unmanned Vehicle Systems International (AUVSI) mengatakan Remote ID akan berfungsi sebagai, "pelat nomor digital untuk drone ... yang akan memungkinkan operasi yang lebih kompleks".

sementara operasi di malam hari dan di atas orang "adalah langkah penting untuk memungkinkan integrasi drone ke wilayah udara nasional kita,” ujar AUVSI.

Satu perubahan, sejak aturan pertama kali diusulkan pada 2019, drone kecil tidak boleh memiliki bagian berputar yang terbuka yang akan mengoyak kulit manusia.

Sementara, United Parcel Service Inc pada Oktober 2019 memenangkan persetujuan penuh pertama dari pemerintah untuk mengoperasikan maskapai drone.

Tahun lalu, Alphabet’s Wing, unit saudara dari mesin telusur Google, adalah perusahaan pertama yang mendapatkan sertifikasi maskapai penerbangan AS untuk operasi drone pilot tunggal.

Pada Agustus lalu, layanan drone Amazon.com Inc menerima persetujuan federal yang memungkinkan pengecer untuk mulai menguji pengiriman komersial melalui armada drone-nya.

Walmart Inc juga akan menjalankan proyek percontohan untuk pengiriman bahan makanan dan produk rumah tangga melalui drone otomatis, tetapi "perlu beberapa waktu sebelum kami melihat jutaan paket dikirim melalui drone," kata Walmart.[]

#drone   #nirawak   #internet

Share:




BACA JUGA
Survei APJII, Pengguna Internet Indonesia 2024 Mencapai 221,5 Juta Jiwa
Tingkatkan Kecepatan Internet, Menkominfo Dorong Ekosistem Hadirkan Solusi Konkret
Tingkatkan Kualitas Layanan Telekomunikasi, Kominfo Siapkan Insentif dalam Lelang Low Band
Layanan BTS 4G Daerah 3T Fasilitasi PBM dan Kegiatan Masyarakat 
Menkominfo: BTS 4G Dukung Pengamanan Pos Lintas Batas Negeri