
Ilustrasi via Express Computer
Ilustrasi via Express Computer
Cyberthreat.id - Korea Selatan menggunakan teknologi 5G berbasis mobile edge computing (MC) yang dilengkapi kecerdasan buatan dalam skrining virus corona di Bandara Internasional Incheon untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Dikutip dari Yonhap, Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan mengatakan, sistem tersebut akan memeriksa penggunaan masker pada penumpang selama di bandara. Teknologi ini juga bertugas untuk memeriksa gejala COVID-19 pada penumpang seperti suhu tinggi, di ruang kedatangan dan keberangkatan. Sistem ini juga dapat mengirimkan robot otonom untuk melakukan disinfeksi kepada pengguna bandara.
"Sistem ini didukung dengan kios digital dan pengawasan video untuk memantau penumpang," ungkap Kementerian Sains dan TIK Korea Selatan.
Kementerian mengatakan, sistem tersebut menggabungkan teknologi MEC, yang meminimalkan latensi dengan mengirimkan data ke pusat data skala kecil terdekat, daripada ke pusat data terpusat.
Untuk mendukung penggunaan sistem ini, operator nirkabel terbesar di negara itu, SK Telecom Co., telah memasang stasiun basis 5G gelombang milimeter (mmWave) band di bandara untuk mengoperasikan layanan tersebut, yang juga akan menggunakan chip AI baru perusahaan itu, SAPEON X220.
Kementerian TIK mengatakan akan terus mendukung lebih banyak layanan 5G berbasis MEC, dengan menyediakan anggaran sebesar 120 miliar won (US $ 108 juta) untuk proyek-proyek yang menggunakan teknologi tersebut hingga 2022 mendatang.
Di Korea Selatan, pengguna 5G telah mencapai sekitar 10 juta sejak komersialisasi jaringan generasi terbaru pada April tahun lalu. Negara itu saat ini sedang dalam tahap awal meluncurkan layanan mmWave 5G yang memanfaatkan sepenuhnya kecepatan tinggi dan latensi rendah jaringan.
Operator saingan SK Telecom, LG Uplus Corp., saat ini sedang menguji mmWave 5G di Institut Teknologi Nasional Kumoh di Gumi, sekitar 200 kilometer selatan Seoul.[]
Editor: Yuswardi A. Suud
Share: