IND | ENG
Presiden Trump Tambah Daftar Hitam Bisnis China, Termasuk Produsen Chip SMIC

SMIC | Foto: Gizmochina

Presiden Trump Tambah Daftar Hitam Bisnis China, Termasuk Produsen Chip SMIC
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 18 Desember 2020 - 16:33 WIB

Cyberthreat.id – Amerika Serikat menambahkan belasan perusahaan China, termasuk produsen chip terkemuka SMIC, dalam daftar hitam perdagangan pada Jumat (18 Desember 2020), sebut sumber Reuters.

Langkah tersebut keputusan terbaru Presiden AS Donald Trump beberapa pekan sebelum dirinya lengser pada 20 Januari 2021.

Sumber itu mengatakan, AS menargetkan sekitar 80 perusahaan dan afiliasinya yang seluruhnya asal China bisa ditambahkan lagi ke daftar hitam. Hingga kini, terdapat 275 perusahaan dan afiliasinya asal China yang masuk daftar hitam.

Perusahaan-perusahaan yang “masuk kotak” tersebut, termasuk yang memiliki hubungan dengan militer China, membangun militerisasi di pulau-pulau buatan di Laut China Selatan, serta yang terlibat dalam dugaan pelanggaran HAM, kata sumber itu.

Perusahaan yang telah dibatasi seperti Huawei Technologies beserta 150 afiliasinya, ZTE Corp, pembuat kamera pengintai Hikvision (terkait minoritas Muslim Uighur).

Menyangkut SMIC, pada September lalu, Departemen Perdagangan AS menyatakan, jika ada perusahaan AS yang memasok peralatan ke SMIC harus dapat izin ekspor.

Hal itu lantaran SMIC dianggap berisiko dan peralatan yang diekspor ke perusahaan bisa dipakai untuk keperluan militer China. Berulang kali SMIC mengatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan militer China.

Dengan dimasukkan ke daftar hitam, SMIC dipaksa harus mendapatkan lisensi khusus dari Depdag AS sebelum mitra AS-nya mengirimkan barang-barang utama untuk produksi chip-nya.

SMIC adalah produsen chip terbesar di China, tetapi kepopulerannya masih tertinggal dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, sebagai pemimpin pasar industri semikonduktor, tulis Reuters.[]

#AS   #China   #semikonduktor   #huawei   #zte   #smic

Share:




BACA JUGA
Demokratisasi AI dan Privasi
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Pemerintah Dorong Industri Pusat Data Indonesia Go Global