
Ilustrasi | Foto: techspot.com
Ilustrasi | Foto: techspot.com
Cyberthreat.id – Mata uang kripto (cryptocurrency) yang didukung Facebook, Libra, kini diubah namanya menjadi "Diem" demi mendapatkan persetujuan dari regulator.
Rencana Libra, yang pertama kali dikenalkan oleh Facebook tahun lalu, ditentang oleh pemerintah dan bank sentral sejumlah negara. Libra dianggap dapat mengganggu stabilitas keuangan, mengurangi kendali atas kebijakan moneter, dan mengancam privasi.
Pergantian nama pada Selasa (1 Desember 2020) adalah bagian dari langkah untuk menekankan struktur yang lebih sederhana dan telah diubah, kata Stuart Levey, CEO Diem Association yang berbasis di Jenewa, seperti dikutip dari Reuters.
“Nama asli mendapat sambutan yang sulit dari regulator. Kami telah secara dramatis mengubah proposisi itu,” kata Levey.
Diem, yang berarti "hari" dalam bahasa Latin, sekarang bertujuan untuk meluncurkan satu koin digital yang didukung dolar (stablecoin), tutur Levey.
Dia menolak berkomentar tentang waktu peluncuran, yang dilaporkan Financial Times pekan lalu, bahwa Libra bakal dirilis awal Januari. Ia hanya menjawab hal itu masih dibahas dan disetujui oleh pengawas pasar Swiss.
Facebook, yang mengubah nama unit pembayarannya Calibra menjadi Novi Financial pada Mei, tetap menjadi salah satu dari 27 anggota Asosiasi Diem, sebelumnya Asosiasi Libra. Kepala Novi, David Marcus, adalah salah satu dari lima anggota dewan Diem.
"Mereka adalah anggota asosiasi yang sangat penting," kata Levey tentang keterlibatan Facebook yang berkelanjutan.
“Kami tidak mencoba memutuskan semua hubungan, dengan cara apa pun. (Perubahan nama) ini untuk menandakan bahwa paguyuban itu beroperasi secara mandiri dan mandiri,” imbuhnya.
Diem bertujuan untuk membedakan dengan mata uang kripto lain dengan fokus pada aspek-aspek yang menjadi perhatian regulator dan pemerintah barat, termasuk kontrol sanksi dan kejahatan keuangan, kata Levey.
Diem juga dirancang untuk kebijakan anti pencucian uang, pendanaan teroris, dan menjaga kepatuhan sanksi.[]
Share: