IND | ENG
China Atur Pengumpulan Data Pribadi Aplikasi Seluler

Ilustrasi | Foto: freepik.com

China Atur Pengumpulan Data Pribadi Aplikasi Seluler
Andi Nugroho Diposting : Rabu, 02 Desember 2020 - 12:46 WIB

Cyberthreat.id – China meluncurkan, pada Selasa (1 Desember 2020), rancangan pedoman untuk membatasi ruang lingkup pengumpulan data pribadi aplikasi seluler. Ini bagian dari upaya terbar pemerintah “untuk mengekang sektor teknologi yang luas.”

Draf aturan yang diterbitkan oleh Cyberspace Administration of China tersebut mencakup 38 jenis aplikasi dari belanja daring, pesan instan hingga transportasi daring. China mencemaskan tentang perlindungan data dan hak konsumen, bahkan beberapa kesempatan telah memerintahkan otoritas terkait untuk memblokir aplikasi karena salah menangani informasi pengguna.

“Dalam beberapa tahun terakhir, aplikasi internet seluler telah digunakan secara luas dan memainkan peran penting dalam mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial serta melayani mata pencaharian masyarakat,” kata Cyberspace Administration of China dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1 Desember 2020).

"Pada saat yang sama, adalah hal umum bagi aplikasi untuk mengumpulkan ... informasi pribadi di luar cakupan mereka, dan pengguna tidak dapat menginstal dan menggunakannya jika mereka menolak [permintaan pengumpulan informasi tersebut]."

Untuk aplikasi transportasi daring, draf aturan tersebut menyebutkan, nomor telepon pengguna, atau informasi identitas pribadi lainnya, serta lokasi dan tujuan mereka, termasuk dalam cakupan informasi yang diperlukan.

Sementara itu, aplikasi pembayaran daring memerlukan nomor telepon pengguna terdaftar atau informasi ID lainnya, serta nomor kartu bank dari pembayar dan penerima pembayaran.

Draf aturan tersebut dibuka untuk mendapatkan respons publik hingga 16 Desember.[]

#china   #pengumpulandatapribadi   #cyberspaceadministrationofchina   #perlindungandatapribadi

Share:




BACA JUGA
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Indonesia - Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Digital
Hacker China Luncurkan Serangan Spionase Terselubung terhadap 24 Organisasi Kamboja