IND | ENG
7 Tips Keamanan dari Palo Alto Networks Saat WFH

Markas Palo Alto Networks | Foto via TechCruch

7 Tips Keamanan dari Palo Alto Networks Saat WFH
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Selasa, 01 Desember 2020 - 20:10 WIB

Cyberthreat.id - Perusahaan keamanan siber multinasional Palo Alto Networks memprediksi cara kerja dari rumah akibat pandemi Covid-19 akan terus berlanjut pada 2021.

Director & Systems Engineering Palo Alto Networks Indonesia, Yudi Arijanto, mengatakan, adanya pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk bekerja di rumah selama setahun terkahir. Hal ini membuat banyak perusahaan memikirkan cara agar karyawan tetap bekerja secara efisien dan aman dari rumah.

Namun, perusahaan harus mendesain kembali bagaimana keamanannya bisa dihadirkan bagi seluruh tim saat berada jauh dari kantor. Terlebih banyak karyawan yang bekerja dengan menggunakan perangkat prbadi, yang membuat tingkat ancaman siber semakin tinggi.

"Saat bekerja dari rumah, tentu ada banyak sekali ancaman yang kadang tidak disadari. Perusahaan harus mengambil beberapa langkah terkait hal itu," ungkap Yudi dalam  peluncuran 'Prediksi Keamanan Siber 2021' secara virtual, Selasa (1 Desember 2020).

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan saat sedang bekerja dari rumah alias work from home (WFH).

1. Tak Buka Sembarang Website
Saat sedang WFH kebanyakan karyawan menggunakan perangkat pribadi. Tetapi yang harus diperhatikan adalah untuk tidak membuka website yang tidak dipercaya dari browser. Sebab, website yang berbahaya dapat mengandung malware dan virus.

2. Tidak Memasang Plugin Sembarangan
Perusahaan yang karyawannya menggunakan perangkat pribadi harus dapat memastikan karyawannya tidak sembarangan memasang plugin pada browser mereka. Plugin yang diinstal sembarangan bisa mengandung program jahat atau malware yang membahayakan.

3. Pakai Browser Berbeda saat Transaksi
Untuk menghindari pencurian kredensial saat sedang WFH, dianjurkan untuk memakai browser berbeda ketika akan melakukan transaksi. Karyawan disarankan menggunakan mode Incognito atau mode Rahasia ketika akan bertransaksi melalui browser.

4. Jangan Sembarangan Menggunakan WiFi
Perlu diperhatikan ketika bekerja di manapun, pastikan untuk tidak asal menghubungkan perangkat dengan koneksi WiFi yang tidak jelas. Melakukan koneksi ke sembarang WiFi berpotensi terjadinya kejahatan siber.

5. Terapkan Two-Factor Authentication (2FA)
Pengguna disarankan untuk selalu mengaktifkan metode otentikasi Two-Factor Authentication (2FA) untuk login di berbagai akun online. Metode keamanan ini menambah layer keamanan online, dengan begitu akan menghambat hacker atau penjahat siber mendapatkan akses ke akun online pengguna.

6. Jangan berikan Nomor OTP
SMS one time password (OTP) benar-benar diperhatikan. Ada banyak kejadian di mana pengguna tidak mencoba masuk ke akun mereka, namun mendapatkan SMS OTP. Biasanya, ini terjadi karena ada orang lain yang sedang mencoba mengakses akunnya. Untuk itulah, pengguna patut memperhatikan SMS OTP ini, jika memang tidak pernah mencoba mengakses akun pribadi dan mendapatkan OTP, pengguna bisa mengubah password mereka ataupun jangan berikan kode OTP ke pihak lain untuk alasan apapun.

7. Jangan Tergiur Tawaran Online
Perusahaan harus mengingatkan karyawannya untuk tidak langsung percaya terhadap tawaran online yang masuk melalui SMS dan WhatsApp. Tawaran online sangat berpotensi menjebak dan menipu pengguna. Untuk itu, lebih baik abaikan tiap tawaran online yang menggoda dan tidak logis.[]

Editor: Yuswardi A. Suud

#wfh   #kerjadarirumah   #workfromhome   #paloaltonetworks   #keamanansiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Pentingnya Penetration Testing dalam Perlindungan Data Pelanggan