IND | ENG
Survei Kominfo dan Katadata: Indeks Literasi Digital Indonesia Belum Baik

Direktur Riset katadata.co.id, Mulya Amri

Survei Kominfo dan Katadata: Indeks Literasi Digital Indonesia Belum Baik
Tenri Gobel Diposting : Jumat, 20 November 2020 - 19:00 WIB

Cyberthreat.id - Survei terbaru dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama katadata.co.id mengungkapkan bahwa literasi digital nasional masih belum baik.

Direktur Riset katadata.co.id, Mulya Amri, mengatakan dari 1.670 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, indeks literasi digital nasional baru bertengger di angka 3,47. Itu artinya, masih berada di level antara sedang dan baik, tetapi belum sampai pada level baik.

Mulya menjelaskan skornya dibuatkan rentang 1-5, 1 paling rendah dan 5 paling tinggi. 1 berarti paling rendah, 2 buruk, 3 sedang, 4 baik, dan 5 sangat baik. Oleh karena itu, 3,47 itu berada di antara sedang dan baik.

Hasil status literasi digital ini berdasarkan penilaian 7 pilar terkait kemampuan menggunakan teknologi, keamanan pribadi, keamanan perangkat, berpikir kritis, informasi dan literasi data, etika dalam berkomunikasi dan kemampuan berkomunikasi.

Tujuh pilar itu mengacu kepada kerangka "A Global Framework of Reference on Digital Literacy Skills" yang dibuat oleh UNSECO pada 2018 serta beberapa referensi lain.

"3,47 baru antara sedang dan baik. Belum baik, baru sedang, mungkin sedikit diatas sedang," kata Mulya dalam konferensi pers "Hasil Survei Literasi Digital Nasional 2020" melalui Kominfo TV,  Jumat (20 November 2020).

Terkait subjek keamanan dan kemampuan teknologi, kata Mulya, mendapatkan sub indeks yang lebih baik dibandingkan indeks nasional yakni 3,66. Meski masih berada di ambang batas sedang dan baik, setidaknya masih sedikit lebih baik dari indeks nasional. Sementara sub indeks paling rendah itu informasi dan literasi data yakni terkait memahami data dan berpikir kritis yang paling rendah yang mendapat skor 3,17.

Untuk perbandingan antar wilayah, indeks literasi digital dibagi dalam tiga wilayah: barat, tengah, dan timur. Hasil survei menemukan, wilayah tengah paling tinggi indeks literasi digitalnya dengan skor 3,57. Sementara wilayah barat paling rendah dengan skor 3,43.

Berangkat dari kondisi itu, Mulya mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk meningkatkan literasi digital. Terlebih, saat ini penggunaan akses internet kian meningkat.

"Kita tidak boleh cukup puas hanya dengan sedang atau sedikit diatas sedang, setidaknya harus mencapai level baik" katanya.

Survei  dilakukan terhadap 1.670 orang ini dilakukan pada 18 hingga 31 Agustus 2020.  Dari sisi usia, 91,1 persen responden berada pada rentang usia 18 - 70 tahun, dengan 47,7 persen (terbanyak) adalah generasi milenial yang berusia antara 23 hingga 38 tahun. Sementara dari sisi pendidikan, 56,9 persen responden tamatan SMA. Mereka diajukan sejumlah pertanyaan dengan pola jawaban setuju atau tidak.

Editor: Yuswardi A. Suud

 

 

 

 

#SurveiLiterasiDigitalNasional2020   #datapribadi   #spam   #malware   #kominfo

Share:




BACA JUGA
Luncurkan Markas Aceh, Wamen Nezar Dorong Lahirnya Start Up Digital Baru
Awas, Serangan Phishing Baru Kirimkan Keylogger yang Disamarkan sebagai Bank Payment Notice
Wujudkan Visi Indonesia Digital 2045, Pemerintah Dorong Riset Ekonomi Digital
Ekonomi Digital Ciptakan 3,7 Juta Pekerjaan Tambahan pada 2025
Menkominfo Tantang Media Adopsi Perkembangan Teknologi