
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id - Pernahkah Anda mengakses sebuah situs web dan muncul tulisan "502 Bad Gateway" atau "503 Service Unavailable"? Apa sih sebenarnya perbedaan antara kode eror keduanya?
Pakar keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya, kode eror 502 itu mengindikasikan adanya masalah di server atau juga bisa diartikan ada masalah di koneksi antar server pendukung. Bisa pula, masalah di sisi komputer atau jaringan pengakses.
Kendati demikian, kata Alfons, penyebab munculnya kode eror 502 bermacam-macam. Salah satu penyebabnya ialah Distributed Denial of Services (DDoS) atau serangan yang membanjiri server sebuah situs web yang ditargetkan dengan lalu lintas kunjungan palsu; biasanya berupa botnet.
Selain itu, faktor penyebab lain, yaitu “Bisa bandwidth server habis, bisa karena perubahan Domain Name System (DNS), bisa juga karena firewall salah setting," ujar Alfons ketika dihubungi Cyberthreat.id, Kamis (5 November 2020).
Seringkali kode eror 502 dilanjutkan dengan "Bad Gateway". Alfons mengatakan, tampilan eror "502 Bad Gateway" menandakan banyak pengakses atau bisa juga kekurangan bandwidth.
Pakar teknologi informasi, Onno W Purbo, mengatakan tulisan kode eror "502 Bad Gateway" menunjukkan bahwa server saat bertindak sebagai gateway atau proxy, menerima respons tidak valid dari server upstream atau origin server—ini dipakai untuk memproses dan menanggapi permintaan internet yang masuk dari klien internet.
Jika sebuah situs web terjadi seperti itu, kata Onno, perlu dilakukan perbaikan di server web atau proxy.
Apa bedanya dengan kode eror 503?
Menurut Alfons, kode eror 503 mengindikasikan adaa kesalahan di sisi server situs webnya, bukan dari sisi komputer atau jaringan pengakses.
"503 itu eror khusus di server yang bersangkutan saja." ujarnya.
Penyebab munculnya kode eror 503, kata Alfons, umumnya karena server dalam kondisi overload atau kelebihan beban. Ini pernah dialami oleh Twitter saat awal-awal beroperasi.
Kode eror "503 Service Unavailable" yang dikatakan Alfons pernah terjadi pada Twitter yang terkenal dengan "Fail Whale" yang dipicu karena kelebihan lalu lintas.
Meski eror 502 bisa pula karena DDoS, Alfons menambahkan, untuk bisa membedakan penyebab munculnya kode 503 dan 502: apakah itu DDoS atau kelebih lalu lintas riil, hanya melalui catatan (log) di server.
"Yang punya website yang bisa lihat," ujarnya.
Sementara, Onno mengatakan, seringkali kode 503 itu diikuti tulisan "Service Unavailable" yang berarti server situs web tidak tersedia.
Penyebabnya bisa karena server sibuk atau memang disengaja tidak berfungsi karena sedang dilakukan pemeliharaan.
Kode 502 dan 503 tidak melulu muncul dengan "502 Bad Gateway" atau "503 Service Unavailable".
Melansir dari Lifewire, kode kesalahan 502 dapat muncul dengan beberapa cara:
Sementara, kode kesalahan 503 juga biasanya ditunjukkan dengan beberapa cara:
Redaktur: Andi Nugroho
Share: