IND | ENG
Begini Respon Pengguna Cermati.com Saat Tahu Data Pribadinya Bocor

Ilustrasi: Tangkapan layar Cermati.com/Cyberthreat.id

Begini Respon Pengguna Cermati.com Saat Tahu Data Pribadinya Bocor
Tenri Gobel Diposting : Minggu, 01 November 2020 - 20:01 WIB

Cyberthreat.id - Sejumlah pengguna Cermati.com mengaku kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa setelah mengetahui data pribadinya yang dipakai untuk membuat akun di platform Cermati.com, dibobol peretas.

Seperti diberitakan sebelumnya, basis data 2,9 juta pengguna platform layanan keuangan Cermati.com ditawarkan di sebuah forum peretasan bersama dengan 16 perusahaan lain termasuk milik redmart.lazada.sg.

Dalam postingan di forum peretasan itu, penjual menampilkan sejumlah sampel data untuk meyakinkan calon pembeli. Data itu berupa alamat email, password yang terlindungi algoritma Bcrypt, nama, alamat, telepon, pendapatan, bank, nomor pajak, nomor identitas, jenis kelamin, pekerjaan, perusahaan tempat bekerja, dan nama gadis ibu kandung.

Cyberthreat.id berupaya mengonfirmasi ke sejumlah orang yang nama dan nomor ponselnya tercantum di sana.

Salah satunya adalah seorang pria bernama Abdillah. Dia membenarkan dirinya adalah salah satu pengguna Cermati.com. Namun, Abdillah belum sadar datanya di platform itu telah bocor.

Saat ditanya apakah dia menerima email notifikasi dari Cermati.com, Abdillah baru mau memeriksanya. Ternyata, benar ia menerima email notifikasi itu.

“Oh iya mba saya dapat email dari Cermati kemarin.”kata Abdillah.

Abdillah pun menanyakan kepada Cyberthreat.id, apa yang harus dilakukannya dan permasalahan apa yang biasanya didapatkan jika data dijual seperti itu.

"Ada kendala gitu gak kalo data saya dijual, mba? biasanya apa mba problemnya?,” kata Abdillah.

Abdillah pun meminta saran kepada Cyberthreat.id apa yang harus dilakukannya setelah mengetahui ada datanya yang dijual di forum peretasan.

“Terus apa yang saya lakuin mba?,” tambahnya.

Selain Abdillah, Cyberthreat.id mencoba menghubungi nomor ponsel atas nama Khoirul Ijal.

Serupa dengan Abdillah, Khoirul juga mengaku bahwa dirinya tidak tahu bahwa datanya dijual di forum peretasan.

“Belum, baru tahu saya,” kata Khorul.

Saat ditanya apakah sudah membaca email notifikasi dari cermati.com, Khoirul mengatakan dirinya belum baca-baca emailnya.

Meskipun tidak terlalu aktif menggunakan cermati.com atau kadang-kadang saja, Khoirul mengatakan bahwa dirinya takut datanya disalahgunakan.

Ketika ditanyai terkait hal apa yang sudah dilakukan ketika sudah tahu datanya dijual di forum peretasan, Khoirul meminta saran kepada Cyberthreat.id.

“Enaknya gimana ya, bu?” ujar Khoirul.

Pengguna lain yang berhasil dihubungi Cyberthreat.id, bernama Fahmi Irsyad. Namun, dirinya kebingungan kendati Fahmi mengaku dirinya bukan pengguna Cermati.com, bahkan tidak tidak tahu cermati.com itu apa.

“Saya tidak menggunakan cermati.com. Tidak tahu (data bocor). Kenapa ya kok bisa bocor?” ujar Fahmi.

Akan tetapi, dirinya kemarin mendapatkan email dari Cermati.com terkait upaya reset kata sandi. Fahmi pun mengklaim itu bukan dirinya yang melakukan permintaan reset kata sandi itu.

Saat ditanya apa yang akan dilakukannya setelah mengetahui datanya bocor, dirinya tidak paham kenapa itu bisa bocor.

“Saya gak paham kenapa bisa bocor,” ujar Fahmi kepada Cyberthreat.id.

Cyberthreat.id pun menjelaskan kepada Fahmi, dan dirinya malah menanyai kembali Cyberthreat.id.

“Apa itu tidak bisa dicegah kak?” kata Fahmi.

Fahmi pun menanyakan juga harus berbuat apa.

“Jadi gimana ini?” ujar Fahmi.

Ada pula bernama Fira Sasmita, dirinya juga tidak tahu Cermati.com itu apa karena dia tidak menggunakan cermati.com, dan Fira kaget bahwa datanya ditawarkan di forum peretasan.

“Cermati.com itu apa ya, Mba? Waduh saya malah belum tahu,” ujarnya kepada Cyberthreat.id.

Sama halnya dengan sejumlah pengguna lain, Fira juga menanyakan harus melakukan apa.

“Terus gimana mba?” kata Fira.

Apa yang dialami Fira dan Fahmi yang datanya termasuk dalam data pengguna Cermati.com yang bocor, padahal mereka merasa tidak pernah menggunakan platform itu,  bisa jadi adalah pertanda data mereka telah bocor sebelumnya, lalu digunakan oleh orang lain untuk mendaftar di Cermati.com.[]

Editor: Yuswardi A. Suud

Berita terkait:

#cermaticom   #peretasan   #kebocorandata

Share:




BACA JUGA
Kanal Youtube Diretas karena Konten Kritis? Begini Kata Akbar Faizal
Bawaslu Minta KPU Segera Klarifikasi Kebocoran Data, Kominfo Ingatkan Wajib Lapor 3x24 Jam
Produsen KitKat Hershey Ingatkan Dampak Pelanggaran Data
BSSN Serahkan Laporan Investigasi Awal Dugaan Kebocoran DPT Pemilu
BSSN Lakukan Forensik Digital Dugaan Kebocoran Data KPU