
Ilustrasi: Techradar
Ilustrasi: Techradar
Cyberthreat.id - Otoritas antimonopoli Italia sedang menyelidiki Google atas ddugaan penyalahgunaan posisi dominannya di pasar iklan online Italia.
Dilansir dari Reuters, Rabu (28 Oktober 2020), penyelidikan itu menyusul keluhan yang diajukan oleh grup periklanan digital Italia IAB tahun lalu dan harus selesai pada November 2021. Penyelidikan ini menambah pengawasan peraturan dari raksasa teknologi Silicon Valley di seluruh dunia.
Badan pengawas mengatakan pihaknya mencurigai Google menggunakan sejumlah besar data yang dikumpulkan melalui aplikasinya sendiri untuk mencegah operator saingan bersaing secara efektif. Lembaga itu juga mengatakan telah melakukan inspeksi di beberapa kantor Google pada Selasa kemarin.
Juru bicara Google di Italia tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirim melalui email.
Pasar periklanan online Italia memperoleh pendapatan sebesar 3,3 miliar Euro tahun lalu, dengan iklan bergambar, seperti iklan spanduk, terhitung hampir 37 persen.
Di Amerika, Google juga sedang menghadapi tuntutan dari Departemen Kehakiman. Dalam tuntutan yang diajikan pada Selasa (20 Oktober 2020), Google dituduh telah memanipulasi pencarian dan iklan pencarian.
“Dua dekade lalu, Google menjadi kesayangan Silicon Valley sebagai perusahaan rintisan yang ceria dengan cara inovatif untuk pencarian di internet yang sedang berkembang. Google yang seperti itu sudah lama hilang,” sebut Departemen Kehakiman AS dalam gugatannya seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (21 Oktober 2020).
Ditambahkan, Google saaat ini adalah "penjaga gerbang monopoli untuk internet" yang telah menggunakan taktik antikompetitif yang "merusak" untuk mempertahankan dan memperluas monopolinya.[]
Share: