
Google Play Store. | Foto: androidauthority.net
Google Play Store. | Foto: androidauthority.net
Cyberthreat.id – Perusahaan keamanan siber, Avast, menemukan 21 aplikasi berbahaya berupa adware di Google Play Store.
Aplikasi-aplikasi yang menyamar sebagai game itu telah telah diunduh hampir delapan juta kali secara kumulatif. Gangguan yang ditimbulkan oleh aplikasi itu ialah membombardir pengguna dengan iklan yang sangat mengganggu, tutur Avast seperti dikutip dari TechRadar, Jumat (23 Oktober 2020).
Avast mengatakan, 19 aplikasi saat ini masih tersedia untuk diunduh dan Google sedang menyelidiki lebih lanjut.
Aplikasi palsu itu menarik perhatian pengguna karena diiklankan melalui YouTube.
Avast mengatakan, aplikasi-aplikasi itu menggunakan malware HiddenAds, berupa Trojan yang menyamar sebagai aplikasi yang aman dan berguna, tetapi menyajikan iklan yang mengganggu di luar aplikasi.
21 aplikasi yang berisi adware di Google Play Store dan menyamar sebagai game. Sumber: Avast
“Pengembang adware semakin banyak menggunakan saluran media sosial, seperti yang dilakukan pengiklan biasa. Kali ini, pengguna melaporkan bahwa mereka menjadi sasaran iklan yang mempromosikan game tersebut di YouTube. Pada September lalu, kami melihat adware menyebar melalui TikTok. Popularitas jejaring sosial ini menjadikannya platform periklanan yang menarik, juga bagi penjahat dunia maya, untuk menargetkan audiens yang lebih muda,” kata Jakub Vávra, Analis Ancaman di Avast.
“Pengguna harus waspada saat mengunduh aplikasi ke ponsel mereka dan disarankan untuk memeriksa profil aplikasi, ulasan, dan memperhatikan permintaan izin perangkat yang ekstensif.”
Pengguna juga diperingatkan untuk memeriksa ulasan dari aplikasi apa pun yang ingin mereka unduh untuk memeriksa keluhan pengguna sebelumnya.
Mereka juga harus memeriksa akun pengembang aplikasi dan memastikan untuk memantau izin apa yang diminta aplikasi sebelum memasang untuk memastikannya tetap aman.[]
Share: