
Bitfinex | Foto: coindoo.com
Bitfinex | Foto: coindoo.com
Tel Aviv, Cyberthreat.id – Dua laki-laki bersaudara asal Israel ditangkap Unit Siber Kepolisian Israel karena meretas pertukaran mata uang digital atau kriptokurensi (cryptocurrency) dan serangan phising lain, demikian dilaporkan kantor berita keuangan, Finance Magnates, Minggu (23 Juni 2019).
Juru bicara Kepolisian Israel mengatakan kepada Finance Magnates, dua pelaku tersebut bernama Eli Gigi dan adiknya, Assaf Gigi. Eli Gigi adalah alumnus unit teknologi elit Angkatan Pertahanan Israel.
Mereka diduga telah mencuri kriptokurensi dengan memperoleh terlebih dulu akses dari akun pengguna. Mereka diduga telah mendapatkan keuntungan puluhan juta dolar. Selain kasus itu, polisi juga menuding dua kakak beradik itu bertanggung jawab atas peretasan Bitfinex 2016 yang menyebabkan banyak akun dikompromikan alias bocor. Bitfinex adalah pertukaran mata uang kripto yang dimiliki dan dioperasikan oleh iFinex Inc., berkantor pusat di Hong Kong dan terdaftar di Kepulauan Virgin Britania Raya.
Cara mereka membobol wallet (dompet panas) di sistem kriptokurensi itu, mereka lebih dulu membuat situs web kripto palsu; meniru pertukaran kriptokurensi terkemuka sehingga memikat pengguna kripto untuk mengaksesnya.
Setelah membuat situs web tipuan itu, mereka menyebarkan tautan-tautannya ke grup Telegram dan forum-forum kriptokurensi. Setelah mereka berhasil mendapatkan kredensial (nama pengguna dan sandi) dari korban, keduanya langsung mengambil dan mentransfer koin kripto ke dompet mereka sendiri.
Polisi menyatakan, para korban pencurian itu sebagian besar tinggal di Uni Eropa dan Amerika Serikat. Saat ini, kasus ini melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum di beberapa negara untuk menyelidikinya.
Kepolisian Israel menyatakan, penyelidikan yang dimulai sejak 2017 tersebut masih akan dilanjutkan karena kemungkinan ada perkembangan tersangka lainnya.
Share: