
Logo Tyler Technologies | Foto: chicagotribune.com
Logo Tyler Technologies | Foto: chicagotribune.com
Cyberthreat.id - Tyler Technologies, penyedia software asal Texas telah membayar tebusan kepada peretas atas serangan ransomware pada 23 September lalu.
Tyler membayar tebusan kepada hacker RansomExx agar mendapatkan kunci dekripsi untuk memulihkan data yang terenkripsi oleh operator ransomware, demikian BleepingComputer, portal berita cybersecurity, diakses Minggu (11 Oktober 2020). (Baca: Perusahaan Penyedia Software Asal Texas Diserang Ransomware)
Hanya, tidak diketahui berapa banyak yang telah dibayarkan oleh Tyler untuk mendapatkan kunci dekripsi.
Menurut BleepingComputer, RansomExx tak hanya mengenkripsi perangkat di jaringan, tetapi juga mencuri data perusahaan. Operator RansomExx juga mengancam akan mempublikasikan data curian, kecuali jika korban membayar uang tebusan.
Tyler adalah perusahaan yang menyediakan layanan software untuk sekolah dan pemerintah negara bagian dan lokal di seluruh Amerika Serikat.
Oleh karena itu, banyak sekolah, sistem pengadilan, dan pemerintah daerah di AS dikhawatirkan terkena imbas.
“Kekhawatiran ini mungkin menjadi faktor pendorong dalam keputusan untuk membayar uang tebusan,” tulis BleepingComputer.
Perusahaan pun tidak membantah telah membayar tebusan ketika diklarifikasi. Namun, Tyler Technologies tidak mengungkapkan informasi lebih lanjut.
"Mengingat kepekaan seputar insiden tersebut dan penyelidikan kami tentangnya, dan kerja sama aktif kami dengan penegak hukum, kami tidak bebas untuk mengungkapkan detail tambahan saat ini," kata Tyler.
Sebelumnya, pada 23 September, Tyler Technologies mengalami serangan siber oleh operator RansomExx—hacker yang sebelumnya di balik serangan terhadap Konica Minolta dan IPG Photonics. (Baca: Konica Minolta Jepang Diserang Ransomware RansomEXX)
Redaktur: Andi Nugroho
Share: