IND | ENG
Mencetak Talenta Digital: Perangkat Bukan Jadi Halangan Belajar, Terpenting Ada Kemauan Kuat

Ilustrasi. Sejumlah peserta yang mengikuti program coding bootcamp di Impact Byte awal Maret lalu. | Foto: Cyberthreat.id/Oktarina Paramitha Sandy

Mencetak Talenta Digital: Perangkat Bukan Jadi Halangan Belajar, Terpenting Ada Kemauan Kuat
Tenri Gobel Diposting : Selasa, 06 Oktober 2020 - 21:00 WIB

Cyberthreat.id – CEO Dicoding Indonesia, Narendra Wicaksono, berharap peluang besar industri digital di Indonesia tidak dimanfaatkan oleh sumber daya manusia dari luar negeri.

Narendra pun memberikan gambaran para talenta digital yang baru lulus sekolah setiap tahun. Lulusan SMK TI, misalnya, menyumbang kurang lebih 300.000 orang, sedangkan di level universitas sekitar 100.000 orang.

Namun, jumlah tersebut bagi dirinya masih kurang. Ia memproyeksikan kebutuhan SDM digital di Indonesia sebanyak 650.000. Sayangnya, ia tak memberikan penjelasan jumlah tersebut berdasarkan variabel apa saja.

Hal itu disampaikan Narendra dalam dalam bincang virtual “Ngobrol Digital Bareng DTS”, Selasa (6 Oktober 2020). Dicoding Indonesia adalah mitra Kementerian Kominfo dalam mengadakan program Digital Talenta Scholarship (DTS) 2020.

Ia bercerita terkait beberapa jebolan DTS 2019 yang sukses. Salah satunya bernama Johanes yang kini menjadi staf andalan untuk menangani sistem manajemen informasi di RSUD Merauke; padahal ia sempat putus kuliah.

Sejak putus kuliah, Johanes pun mendaftar beasiswa DTS 2019. Berbekal ilmu yang didapatkan dari pelatihan itu, Johanes bisa menciptakan aplikasi Android yang disebut sistem pendaftaran pasien online. Akhirnya aplikasi ini menjadi solusi tantangan pelayanan kesehatan masyarakat di Merauke.

Menurut Narendra, yang menarik dari Johanes adalah dia belajar coding dengan perangkat laptop biasa, bukan komputer canggih. “Hardware bukan penghalang untuk belajar. Jadi, jelas ya untuk mencetak talenta digital yang relevan dengan kebutuhan industri, hardware bukan kendala. Di mana ada kemauan, di sana pasti ada jalan,” kata Narendra.

Cerita lain dari Ananda, lulusan SMK Akuntansi yang banting setir jadi Android Developer. Pemuda asal Batam ini, menurut Narendra, tipe pemuda yang gigih; membagi waktu kuliah dan mengikuti program DTS.

Ananda yang bukan berlatar belakang TI, tapi mampu mendapatkan token ujian Google Android Associate Developer yakni sertifikasi global yang tidak mudah untuk diselesaikan.

“Menjadi talenta digital tidak bisa dengan hanya mendaftar DTS, tapi butuh praktik langsung dan kemampuan self learning yang tinggi karena teknologi berubah dengan sangat pesat,” kata Narendra.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#talentadigital   #dicodingindonesia   #coding   #industridigital   #digitaltalentascholarships2020

Share:




BACA JUGA
Penuhi Kebutuhan Talenta Digital, Kemendikbudristek Gelar SMK Digital Bootcamp
Pemerintah Luncurkan Rencana Induk Industri Digital 2023-2045
Talenta Digital Wajib Kuasai Ini, Untuk Buka Potensi Ekonomi Digital
Pemerintah Siapkan Talenta Digital Untuk Dukung Transformasi Digital
AlphaCode, Mesin AI Milik DeepMind yang Jago Coding