
Ilustrasi
Ilustrasi
Cyberthreat.id - Aplikasi perpesanan Telegram yang memungkinkan penggunanya membuat grup dengan 100 ribu anggota, kini menghadirkan fitur baru yang memungkinkan admin grup menyembunyikan identitas aslinya.
Di blog resminya, Telegram mengatakan fitur itu dihadirkan mengingat aplikasi itu semakin sering digunakan untuk mengorganisir protes demi demokrasi dan kebebasan.
"Hari ini kami memperkenalkan alat lain untuk protes yang lebih aman. Admin anonim akan disembunyikan dalam daftar anggota grup, dan pesan yang mereka kirimkan akan ditandai dengan nama grup, mirip dengan postingan saluran (channel)" tulis Telegram dalam postingan yang diunggah pada 30 September 2020.
Untuk mengaktifkan fitur itu, pengguna hanya perlu mengaktifkan "Remain Anonymous" di menu admin yang disebut sebagai "Batman mode".
Telegram selama ini memang dikenal lebih melindungi privasi penggunanya dibanding aplikasi sejenis. Sebagai contoh, Telegram memungkinkan penggunanya yang tidak ingin nomor teleponnya terekspose untuk menyembunyikan nomornya, sehingga yang muncul di layar perangkat lawan bicaranya hanya namanya saja.
Selain itu, Telegram juga punya fitur chat rahasia yang akan terhapus otomatis sesuai limit waktu yang dipilih oleh penggunanya.[]
Share: