
Sebagian akun yang dihapus Twitter
Sebagian akun yang dihapus Twitter
Cybethreat.id - Jejaring sosial Twitter mengumumkan telah menghapus sekitar 130 akun Twitter yang diyakini berlokasi di Iran karena mencoba mengganggu percakapan publik selama Debat Presiden untuk Pemilihan Presiden AS 2020.
Twitter mengatakan mengetahui akun-akun itu setelah mendapat masukan dari Biro Investigasi Federal AS.
"Berdasarkan data yang diberikan oleh @FBI, tadi malam kami menghapus sekitar 130 akun yang tampaknya berasal dari Iran. Mereka berusaha mengganggu percakapan publik selama Debat Presiden AS 2020 yang pertama," tulis Twitter di akun resminya, Kamis (1 Oktober 2020).
Ditambahkan, setelah akun-akun itu teridentifikasi, Twitter segera menghapusnya, dan "membagikan detail lengkap dengan rekan kami, sebagai standar."
"Mereka [akun] memiliki keterlibatan yang sangat rendah dan tidak berdampak pada percakapan publik," tambah Twitter.
Twitter mengatakan berencana untuk mempublikasikan rincian tentang akun yang dihapus dan tweet mereka di bagian portal Transparansi untuk operasi pengaruh.
Menurut ZDnet, jejaring sosial itu mengatakan awal tahun ini mengharapkan untuk memantau upaya memanipulasi diskusi publik tentang Pemilihan Presiden AS yang akan datang karena 3 November semakin dekat. Pada bulan Agustus, Twitter juga menghapus akun pengguna karena berbagi pesan yang sama tentang rencana untuk memilih Donald Trump menggunakan teknik yang digambarkan oleh perusahaan sebagai copypasta.
Perusahaan juga mulai memberi label tweet sebagai menyesatkan jika sebuah akun ditemukan memberi informasi yang tidak akurat tentang pemungutan suara dan proses pemilihan. Twitter menggunakan fitur baru ini untuk memasang label peringatan pada beberapa tweet Donald Trump sepanjang musim panas dan awal musim gugur.
Tindakan keras terbaru ini juga menandai kedua kalinya bulan ini Twitter melakukan intervensi untuk menghentikan operasi pengaruh di situsnya setelah mendapat masukan dari FBI. Twitter sebelumnya menghapus akun yang terkait dengan PeaceData, sebuah situs berita yang menerbitkan artikel menyesatkan tentang politik dunia, yang diklaim FBI sebagai operasi pengaruh Rusia.[]
Share: