IND | ENG
Jaringan Komputer Rumah Sakit UHS Amerika Serikat Dilanda Ransomware

Ilustrasi | Foto: ZDNet

Jaringan Komputer Rumah Sakit UHS Amerika Serikat Dilanda Ransomware
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 29 September 2020 - 16:57 WIB

Cyberthreat.id – Jaringan komputer rumah-rumah sakit milik Universal Health Services (UHS) di Amerika Serikat mengalami gangguan pada Senin (28 September 2020).

Gangguan tersebut terjadi di North Carolina, Texas, Arizona, Florida, dan California. Akibatnya, perawatan pasien terhambat karena dokter dan perawat terpaksa bergantung pada sistem cadangan kertas.

UHS yang mengoperasikan lebih dari 250 rumah sakit dan fasilitas klinis di AS menyalahkan gangguan itu pada masalah keamanan teknologi informasi.

Namun, mereka tak memerinci penyebab terjadinya insiden tersebut.

Staf UHS di Texas dan Washington DC yang dikontak The Associated Press mengatakan, gangguan mulai Minggu (27 September) malam itu membuat kekacauan, seperti menunggu di ruang gawat darurat lebih lama dan kecemasan menentukan mana yang mungkin terinfeksi virus corona.

Perusahaan yang masuk Fortune 500, memiliki staf 90.000 orang, mengatakan, meski terjadi gangguan, perawatan pasien masih diklaim dengan aman dan efektif.

“Tidak ada data pasien atau karyawan yang telah diakses, disalin, atau disalahgunakan,” kata perusahaan yang berkantor di King of Prussia, Pennsylvania itu.

John Riggi, penasihat keamanan siber senior di American Hospital Association, menduga gangguan itu ulah dari peretas ransomware.

Itu lantaran ia melihat adanya sejumlah orang yang kemungkinan karyawan UHS melaporkan insiden di jejaring sosial Reddit.

"Saya bekerja di fasilitas UHS di Tucson ... perusahaan tidak mengizinkan kami menyalakan komputer selama lebih dari 24 jam. Kami adalah rumah sakit jiwa sehingga tidak ada yang sekarat hanya karena tidak mendapatkan hasil lab, "tulis seorang pengguna Reddit dengan moniker “chickenismurder”, seperti dikutip dari ZDNet, portal berita cybesecurity.

ZDNet melaporkan kekacauan di UHS lantaran serangan ransomware yang terjadi antara Sabtu-Minggu (26-27 September) malam.

Karyawan mengatakan komputer di-reboot dan kemudian menunjukkan catatan tebusan di layar. Komputer kemudian dimatikan, dan staf TI meminta personel rumah sakit untuk menjaga sistem tetap offline, tulis ZDNet.

Portal berita cybersecurity, BleepingComputer, yang mengontak karyawan UHS juga menuliskan bahwa telah terjadi serangan ransomware yang memiliki karakter mirip Ryuk. Geng ransomware ini banyak disebut-sebut berasal dari Rusia dan sering menyerang perusahaan besar.

Seorang petugas kesehatan UHS, di fasilitas perawatan akut di Texas, menceritakan, "Saat ini kami tidak memiliki akses ke file pasien, tidak ada riwayat apa pun," kata dia. Ia juga mengatakan, waktu tunggu di ruang gawat darurat dari 45 menit menjadi enam jam.

“Dokter tidak dapat mengakses semua jenis sinar-X, CT scan,” kata dia.

Monitor telemetri yang menunjukkan detak jantung, tekanan darah, dan tingkat oksigen pasien perawatan kritis harus dipulihkan dengan kabel ethernet—biasanya mereka terhubung jaringan wi-fi.[]

#universalhealthservices   #UHS   #amerikaserikat   #serangansiber   #ransomware   #keamanansiber   #ancamansiber

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
Phobos Ransomware Agresif Targetkan Infrastruktur Kritis AS
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata