
Logo Twitter | Foto: ubergizmo.com
Logo Twitter | Foto: ubergizmo.com
Cyberthreat.id – Twitter Inc, pengembang aplikasi media sosial, mengklaim eksperimen di platformnya yang meminta pengguna membaca artikel sebelum berbagi (read before retweet) cukup berhasil.
Oleh karenanya, perusahaan bakal menghadirkan fitur tersebut kepada pengguna di masa depan.
Twitter menaruh fokus pada fitur tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran tautan artikel yang salah. Karena kadang-kadang beberapa artikel yang dipublikasikan oleh situs web tertentu cenderung memakai judul clickbait yang dirancang untuk memancing tanggapan warganet.
Kondisi seperti itu bisa mendorong orang-orang membagikan artikel yang salah hanya berdasarkan judul meski konten sebenarnya mungkin menceritakan cerita yang sedikit berbeda.
“Berdasarkan keberhasilan eksperimen ini, Twitter mengatakan bahwa mereka sekarang berupaya menghadirkan fitur tersebut kepada lebih banyak pengguna di masa mendatang,” demikian seperti dikutip dari Ubergizmo, diakses Senin (28 September 2020).[]
Awal tahun ini, Twitter meluncurkan semacam eksperimen. Setiap kali pengguna ingin me-retweet tautan sebuah artikel, mereka diminta untuk membuka tautan dan membaca artikel tersebut terlebih dahulu.
Gagasan itu, menurut Twitter, agar pengguna mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang artikel tersebut sebelum memutuskan apakah harus me-retweet atau tidak.
Perusahaan mengklaim berdasarkan apa yang mereka temukan selama eksperimen, 40 persen lebih banyak orang benar-benar mengeklik ke artikel dan membacanya setelah diminta.
Mereka juga melihat bahwa jumlah orang yang mengklik artikel sebelum me-retweet meningkat 33 persen, dan beberapa orang akhirnya tidak me-retweet setelah membaca artikel tersebut.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: