IND | ENG
Larangan Unduh WeChat dan TikTok Resmi Diumumkan, Ini Penjelasan Depdag AS

Warga AS dilarang mengunduh Aplikasi TikTok dan WeChat. | Foto: AP via thestar.com

Larangan Unduh WeChat dan TikTok Resmi Diumumkan, Ini Penjelasan Depdag AS
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 18 September 2020 - 21:23 WIB

Cyberthreat.id – Departemen Perdagangan Amerika Serikat akhirnya mengumumkan secara resmi terkait kebijakan larangan transaksi bagi orang-orang AS terkait dengan aplikasi TikTok dan WeChat.

Larangan transaksi WeChat akan lebih dulu dilakukan yaitu per tanggal 20 September 2020, sedangkan TikTok pada 12 November mendatang.

Kebijakan itu diumumkan secara resmi oleh Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dalam siaran persnya, diakses di situs web departemen, Jumat (18 September) malam.

"Tindakan hari ini sekali lagi membuktikan bahwa Presiden Trump akan melakukan segala daya untuk menjamin keamanan nasional kami dan melindungi orang Amerika dari ancaman Partai Komunis China," kata Ross.

"Atas arahan Presiden, kami telah mengambil tindakan signifikan untuk memerangi pengumpulan data pribadi warga Amerika yang berbahaya dari China, sambil mempromosikan nilai-nilai nasional kami, norma berbasis aturan yang demokratis, dan penegakan hukum dan peraturan AS yang agresif,” ia menambahkan.

Terbitnya kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang diteken pada 6 Agustus 2020.

Menurut Ross, Partai Komunis China telah menunjukkan cara dan motif “untuk menggunakan kedua aplikasi yang mengancam keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi AS.”

“Meski ancaman yang ditimbulkan oleh WeChat dan TikTok tidak identik, keduanya serupa,” kata Ross.

Masing-masing mengumpulkan banyak sekali data dari pengguna, termasuk aktivitas jaringan, data lokasi, dan riwayat penelusuran dan pencarian.

Menurut Ross, keduanya adalah peserta aktif dalam penggabungan sipil-militer China dan tunduk pada kerja sama wajib dengan dinas intelijen Partai Komunis China.

“Kombinasi tersebut mengakibatkan penggunaan WeChat dan TikTok menciptakan risiko yang tidak dapat diterima bagi keamanan nasional kami,” ujar dia.

Yang dilarang per 20 September

Ada dua hal yang dilarang mulai Minggu (20 September 2020).

Pertama, ketentuan layanan apa pun untuk mendistribusikan atau memelihara aplikasi TikTok dan WeChat, kode pendukung, atau pembaruan aplikasi di toko aplikasi daring di AS.

Pendek kata, toko aplikasi dilarang menyediakan kedua aplikasi.

Kedua, setiap penyediaan layanan melalui aplikasi WeChat untuk tujuan transfer dana atau memproses pembayaran di AS.

Empat poin larangan

Larangan transaksi TikTok baru mulai dilakukan pada tanggal 12 November 2020. Ini lantaran masih menunggu kesepakatan penjualan TikTok AS ke perusahaan AS. Oracle Corp adalah paling punya kesempatan besar untuk mengakusisi aplikasi milik ByteDance tersebut.

“TikTok dasar akan tetap utuh hingga 12 November,” ujar Ross kepada Reuters, Jumat.

ByteDance telah melakukan pembicaraan dengan Oracle Corp dan lainnya untuk membuat perusahaan baru, TikTok Global, yang bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran AS tentang keamanan data penggunanya.

Larangan unduhan masih dapat dibatalkan oleh Presiden Donald Trump sebelum diberlakukan.

Ada empat poin yang diatur di dalam larangan, antara lain:

  • Setiap ketentuan layanan hosting internet yang memungkinkan berfungsinya atau mengomptimalkan aplikasi seluler (TikTok dan WeChat) di AS.
  • Setiap penyediaan layanan jaringan pengiriman konten yang memungkinkan berfungsinya atau mengomptimalkan aplikasi seluler di AS.
  • Setiap ketentuan transit internet yang secara langsung dikontrak atau diatur atau layanan peering (proses jaringan terhubung dan bertuktar trafik di internet exchange) yang memungkinkan fungsi dan pengoptimalan aplikasi seluler di AS.
  • Setiap pemanfaatan kode pendukung, fungsi, atau layanan aplikasi seluler dalam fungsi perangkat lunak atau layanan yang dikembangkan dan/atau dapat diakses di AS.

“Transaksi terlarang lainnya yang berkaitan dengan WeChat atauTikTok dapat diidentifikasi lagi di masa mendatang,” ujar Ross.

Jika pemerintah AS menentukan bahwa perilaku ilegal WeChat atau TikTok direplikasi oleh aplikasi lain entah bagaimana di luar cakupan perintah eksekutif ini, “Presiden memiliki kewenangan untuk mempertimbangkan apakah mungkin ada perintah untuk menangani aktivitas tersebut,” ujar dia.

“Presiden telah memberikan waktu hingga 12 November agar masalah keamanan nasional yang ditimbulkan oleh TikTok diselesaikan. Jika ya, larangan dalam urutan ini dapat dicabut.”

Sementara, larangan tersebut tidak mencakup perusahaan AS yang berbisnis di WeChat di luar AS. Ini menjadi berita baik bagi perusahaan AS seperti Walmart dan Starbucks yang menggunakan program 'aplikasi mini' WeChat untuk memfasilitasi transaksi dan melibatkan konsumen di China, kata sumber Reuters di Depdag AS.

Larangan itu juga tidak mencakup transaksi bisnis lain dengan pemilik WeChat Tencent Holdings, termasuk operasi permainan online-nya. Tidak  pula melarang Apple, Google, atau orang lain untuk menawarkan aplikasi TikTok atau WeChat di mana pun di luar AS.[]

#tiktok   #bytedance   #wechat   #amerikaserikat   #donaldtrump   #china   #kerentanan   #oracle

Share:




BACA JUGA
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
Peretas China Beroperasi Tanpa Terdeteksi di Infrastruktur Kritis AS selama Setengah Dekade
Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Pemanfaatan AI dengan China
Konni Gunakan Dokumen Microsoft Word Berbahasa Rusia untuk Kirim Malware
Indonesia - Tiongkok Perkuat Kerja Sama Sektor Digital