
Ilustrasi. Panda merah adalah hewan yang dijadikan ikon logo untuk peramban (browser) Firefox buatan Mozilla. | Foto: Unsplash
Ilustrasi. Panda merah adalah hewan yang dijadikan ikon logo untuk peramban (browser) Firefox buatan Mozilla. | Foto: Unsplash
Cyberthreat.id – Mozilla, pengembang peramban Firefox, mengumumkan pada Kamis (17 September 2020) telah menghentikan dua layanan lawasnya, yaitu Firefox Note dan Firefox Send.
“Kedua layanan sedang dinonaktifkan dan tidak lagi menjadi bagian dari rangkaian produk kami,” demikian tulis Mozill dalam blog perusahaan, Kamis.
Firefox Send adalah layanan berbagi file yang aman dengan enkripsi. Pertama kali layanan ini diluncurkan pada Maret 2019. Saat itu, Mozilla mempromosikan layanan ini sebagai “alat berbagi file yang fokus pada privasi.”
Sayangnya, menurut Mozilla, beberapa penjahat siber mulai menggunakan Send untuk mengirimkan perangkat lunak jahat (malware) dan melakukan serangan spear phishing.
Baca:
“Firefox Send telah dihentikan sejak 17 September 2020. Anda tidak dapat lagi mengunggah atau menerima file,” tulis Mozilla.
Dengan penghentian layanan tersebut, menurut Mozilla, file-file yang tersimpan di dalamnya telah “dihapus dengan aman dari server.”
“Jika Anda telah membagikan file dari komputer atau perangkat, file tersebut akan tetap tersedia di perangkat tersebut,” kata Mozilla.
Sementara itu, layanan Firefox Notes awalnya dikembangkan untuk metode sinkronisasi data terenkripsi. Tidak jelas alasan Mozilla, mengapa layanan ini turut dinonaktifkan.
Layanan tersebut sempat dijadikan alat utilitas kecil untuk pengguna Firefox dan Android. Namun, per 1 November 2020, perusahaan akan menonaktifkan aplikasi Android Notes dan layanan sinkronisasi.
“Ekstensi browser desktop Firefox Notes akan tetap tersedia untuk penginstalan yang ada dan kami akan menyertakan opsi untuk mengekspor semua catatan, tapi tidak akan lagi dikelola oleh Mozilla dan tidak lagi dapat diinstal,” tutur Mozilla.
Aplikasi Android Notes juga tidak bisa difungsikan kembali, termasuk sinkronisasi data.
Mozilla mengatakan, meski layanan dimatikan, pengguna tidak akan kehilangan catatan di dalamnya. Perusahaan merekomendasikan agar mengekspor semua catatan. Anda bisa ikuti langkah-langkahnya di sini.[]
Redaktur: Andi Nugroho
Share: