IND | ENG
Yang Baru di Android 11: Pengguna Diberi Kuasa Kontrol Privasi

Ilustrasi | Foto: Pexels

Yang Baru di Android 11: Pengguna Diberi Kuasa Kontrol Privasi
Andi Nugroho, Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Rabu, 09 September 2020 - 13:03 WIB

Cyberthreat.id – Google merilis Android 11 dengan menyediakan sejumlah fitur baru, termasuk kontrol privasi pada Selasa (8 September 2020).

Pembaruan untuk tahap awal dirilis ke ponsel pintar Google Pixel 2 dan terbaru. Ponsel lain yang kebagian lebih dulu, yaitu OnePlus, Xiaomi, Oppo, dan Realme.

“Kami membangun Android 11 dengan fokus tiga tema, yaitu pendekatan yang berpusat pada orang untuk komunikasi, kontrol pengguna, dan privasi,” tulis Director Product Management Android, Stephanie Cuthbertson, di laman pengembangan Android.

Google juga meningkatkan cara Android 11 menangani profil kerja dan pribadi untuk pengguna perusahaan. Jadi, memisahkan data pribadi dan pekerjaan dengan lebih baik, mencegah admin IT mengakses data pribadi karyawan, tulis ZDNet.

Pendekatan orang

Pada Android 11 akan menata ulang bagaimana pengguna berkomunikasi, menciptakan interaksi percakapan lebih dalam dan personal.

Salah satu fitur baru dari pendekatan ini, yaitu gelembung (bubbles). Fitur ini membantu pengguna untuk menjaga percakapan tetap terlihat dan dapat diakses saat melakukan banyak tugas (multitasking) di perangkat. Untuk menampakkan fitur ini, aplikasi pesan daring dan obrolan harus menggunakan Bubbles API pada notifikasi.

Foto-foto: Google.


Pendekatan kontrol

Android 11 memudahkan pengguna dengan cepat mengakses dan mengontrol semua perangkat pintar.

Fitur yang disediakan, yaitu “kontrol perangkat” dan “kontrol media”. Pada “kontrol perangkat”, misal, hanya dengan menekan lama tombol daya, pengguna dapat menampilkan kontrol perangkat secara instan. Lalu, “kontrol media” memberikan kecepatan dan kenyamanan pengguna untuk mengganti output konten audio atau video, earphone, dan lainnya.

Pendekatan privasi

Dalam pendekatan ini,  “Kami memberi pengguna lebih banyak kontrol dan transparansi atas izin sensitif dan bekerja menjaga perangkat lebih aman dengan pembaruan lebh cepat,” tulis Stephanie.

Fitur yang ditawarkan berkaitan privasi, yaitu

  • Izin satu kali. Pengguna dapat memberikan akses aplikasi ke mikrofon, kamera, dan lokasi hanya untuk satu kali. “Aplikasi dapat meminta izin lagi saat aplikasi digunakan lagi. Lebih lanjut cek di sini.

  • Lokasi latar belakang. Untuk langkah ini perlu tambahan dari pengguna selain memberi izin waktu proses. “Jika aplikasi Anda memerlukan lokasi latar belakang, sistem akan memastikan bahwa Anda meminta lokasi latar depan terlebih dulu,” kata Stephanie.  Kemudian, pengguna dapat memperluas akses ke lokasi latar belakang melalui permintaan izin terpisah, dan sistem akan mengarahkan pengguna ke “Pengaturan” untuk menyelesaikan pemberian izin. Kebijakan ini telah diumumkan Google kepada pengembang sejak Februari lalu. Alasan persetujuan akses lokasi latar belakang untuk menghindari penyalahgunaan.
  • Izin menyetel ulang otomatis. Jika pengguna tidak menggunakan aplikasi dalam waktu lama, Android 11 akan “auto-reset” semua izin waktu proses yang terkait dengan aplikasi dan memberitahu pengguna.
  • Pembaruan Google Play. “Di Android 11, kami menggandakan jumlah modul yang dapat di-update lebih dari dua kali lipat, termasuk 12 modul baru yang akan membantu meningkatkan privasi, keamanan, dan konsistensi bagi pengguna dan developer,” ujar Stephanie.
  • BiometricPrompt API. Pengembang sekarang dapat menggunakan BiometricPrompt API untuk menentukan kekuatan pengautentikasi biometrik yang diperlukan oleh aplikasi mereka untuk membuka atau mengakses bagian sensitif aplikasi.
  • Identity Credential API. Ini akan membuka penggunaan baru, seperti SIM seluler, ID Nasional, dan ID Digital. “Kami bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan mitra industri untuk memastikan bahwa Android 11 siap untuk pengalaman identitas yang mengutamakan layanan digital,” ujar dia.[]
#google   #android11   #privasi   #keamanan

Share:




BACA JUGA
Seni Menjaga Identitas Non-Manusia
Indonesia Dorong Terapkan Tata Kelola AI yang Adil dan Inklusif
SiCat: Inovasi Alat Keamanan Siber Open Source untuk Perlindungan Optimal
BSSN Selenggarakan Workshop Tanggap Insiden Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata
Google Mulai Blokir Sideloading Aplikasi Android yang Berpotensi Berbahaya di Singapura