
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Ilustrasi | Foto: freepik.com
Cyberthreat.id – Baru-baru ini diketahui anggota kartel ransomware Maze menyerang sebuah sekolah di North Carolina, Amerika Serikat.
The Haywood County School, nama sekolah itu, mengumumkan telah menjadi korban serangan siber pada 24 Agustus lalu. Namun, mereka hingga kini tak mengumumkan jenis ransomware yang mengunci file-file komputernya.
Belakangan diketahui oleh media berita teknologi, BleepingComputer, diakses Minggu (6 September 2020), bahwa serangan itu dilakukan oleh SunCrypt.
Akibat serangan itu, sekolah pun menunda pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19.
"Kami mohon maaf karena tidak dapat berkomunikasi secara efektif seperti biasanya. Server, internet, dan layanan telepon masih mati di sistem sekolah," jelas Haywood County School District dalam laporan mereka kepada orangtua siswa.
Umumnya peretas ransomware, operator SunCrypt mencuri data sebelum mengenkripsi perangkat korban dan mengancam akan merilis data jika tidak ada uang tebusan.
Karena tidak tanggapan dari sekolah itu soal uang tebusan, mereka menerbitkan arsip data berukuran 5 gigabita (GB) dari distrik sekolah.
Bergabungnya SunCrypt ke kartel ransomware baru diberitakan BleepingComputer akhir Agustus lalu. Anggota kartel kini bertambah sejak Maze mengajak geng LockBit dan Ragnar Locker bergabung.
Operator Maze mengatakan, kartel dibentuk untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak baik untuk aktor grup atau penyedia jasa (ransomware). Selain itu, guna membangun masa depan yang menguntungkan dan solid.
“Kami memperlakukan grup lain sebagai mitra kami, bukan sebagai pesaing kami. Pertanyaan organisasi ada di balik setiap kesuksesan bisnis,” ujar Maze.
SunCrypt tergolong geng ransomware yang baru. Operasi mereka, menurut ID-Ransomware, organisasi peneliti ransomware, SunCrypt baru mulai terlihat pada Oktober 2019. Mereka tidak terlihat begitu aktif seperti geng lain.[]
Share: